Ini Kronologi Penangkapan Pimpinan KKB Senat Soll, Kakinya Terpaksa Ditembak

4

PAPUADAILY –Tim gabungan Satgas Operasi Nemangkawi dan Polres Yahukimo berhasil menangkap salah satu pimpinan KKB, Senat Soll alias Ananias Yalak. Karena melawan, dan sempat menggunakan kapak, Senat Soll terpaksa ditembak pada bagian kaki. Ini kronologi penangkapannya.

Kasatgas Humas Nemangkawi, Kombes Ahmad Musthofa Kamal, membeberkan detik-detik penangkapan Senat Soll di Dekai, Yahukimo. Tim mulai bergerak pukul 03.46 WIT jelang subuh untuk menangkap Senat Soll.

“Kronologis penangkapan, pada pukul 03.46 WIT, Satgas Nemangkawi dan personel Polres Yahukimo yang dipimpin Kapolres Yahukimo bergerak menuju lokasi sasaran di Jalan Samaru Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo,” ujar Kamal melalui keterangan tertulis, Kamis (2/9/2021). Dikutip Merdeka.com.

Kemudian pukul 05.28 WIT, petugas tiba di lokasi sasaran. Petugas langsung melakukan penggerebekan dan menangkap Senat Soll beserta 5 orang lainnya. Yaitu Pilas Matuan, Apius Tabla, Mekison, Sapuk Asso, dan Abert Matuan.

Kamal mengungkapkan penangkapan itu diwarnai perlawanan dari Senat Soll Petugas menembak Senat Soll pada bagian kaki kiri dan kanan supaya tidak melarikan diri. Usai tertembak, Senat Soll dibawa ke RSUD Dekai untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

“Pukul 05.45 WIT, tim bergerak dari lokasi TKP menuju RSUD Dekai guna melakukan pemeriksaan medis dikarenakan Ananias (Senat Soll) tertembak pada kaki sebelah kiri dan kanan karena melawan dan hendak melarikan diri pada saat ditangkap,” imbuh Kamal.

Sebelumnya, Kombes Kamal membeberkan sejumlah catatan kriminal Senat Soll. Senat Soll diketahui pernah membakar bank hingga membunuh masyarakat sipil.

Pada hari Minggu, tanggal 30 November 2019, telah terjadi pembakaran terhadap kantor Bank BRI dan ATM Bank di Dekai, Kabupaten Yahukimo. Dan setelah dilakukan penyelidikan, pelaku adalah Senat Soll bersama Ariel Sonyap alias Koroway (vonis 3 tahun).

“Tanpa hak menguasai atau membawa amunisi. Senat Soll, yang masih menjabat sebagai personel TNI (aktif), menyerahkan 155 butir amunisi kepada Ruben Wakla. Yang kemudian pada hari Senin, 10 September 2018, sekira (pukul) 10.06 WIT, Ruben Wakla masuk ke ruang pemeriksaan X-ray dan hendak berangkat ke Dekai-Yahukimo, Ruben Wakla vonis 2 tahun 6 bulan (bebas),” ujar Kamal.***