Ini Kronologi Penangkapan Osimin, Ditangkap Saat Berada di Pasar

2

PAPUADAILY –Satgas Operasi Nemangkawi berhasil menangkap DPO anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB), Osimin Wenda alias Usimin Telenggen pada Kamis (23/7/2021) . Dia diamankan di Kampung Wandigobak, Kabupaten Puncak Jaya, Papua saat sedang berbelanja di pasar.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, awalnya aparat keamanan mendapat informasi bahwa pelaku turun ke kota dan berada di pasar.

“Selanjutnya tim melakukan penyelidikan di sekitar Pasar Distrik Mulia,” kata Kamal di Kota Jayapura, Papua.

Lanjutnya, pada pukul 11.00 WIT, tim melihat pelaku bergerak dari pasar menggunakan kendaraan roda dua dan menuju jalan yang mengarah ke Distrik Philia. Ketika itulah petugas mengejar anggota teroris KKB tersebut.

“Pada pukul 11.25 WIT, tim memberhentikan pelaku di Kampung Wandigobak dan langsung menangkapnya. Lalu tim mengamankannya di Mapolres Puncak Jaya,” ujar dia.

Kamal menyebut, saat ini pelaku dalam pemeriksaan intensif penyidik Satreskrim Polres Puncak Jaya. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diketahui sering memalak sopir truk yang melintas di jalan menuju Philia, Kabupaten Puncak Jaya.

Osimin memang punya catatan kejahatan yang panjang. Dia aktif terlibat dalam sejumlah aksi penembakan yang dilakukan KKB. Osimin juga beberapa kali berpindah kelompok. Dia pernah bergabung dengan Puron, kemudian bergabung dengan Lekagak Telenggen. Osimin bersama rekan seperjuangannya sering memalang sopir truk yang melintas di Jalan baru menuju Philia.

Pada 28 November 2012, Osimin menembaki rombongan Jenderal (purn) Tito Karnavian. Dia juga menembaki Kapolda Papua dan sedang menuju ke Polsek Tiom. Namun, dalam serangan itu tidak ada polisi yang gugur. Setelah itu, Osimin bersama anggota KKB lainnya kabur dan menjadi buronan. Pelarian Osimin akhirnya terhenti setelah Satgas Nemangkawi menangkapnya, Kamis (22/7) lalu.

Dari rekam jejaknya, Osimin tercatat pernah menyerang Polsek Pirima, Lanny Jaya, Papua, pada 11 November 2012. Dalam penyerangan tersebut, Ipda Rofli Takubesi yang saat itu menjabat Kapolsek Pirima meninggal dunia. Dua anggota Polsek Prima, Brigpol Jefrey Rumkoren dan Briptu Daniel Makuker juga gugur dalam penyerangan itu.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal membenarkan keterlibatan Osimin di kasus itu. “Benar pelaku terlibat dalam aksi serangan itu,” kata Kamal, dilansir JPNN.com. Sabtu (24/7/2021).

Usai menghabisi tiga polisi di Polsek Pirima, Osimin bersama anggota KKB lainnya langsung bergerak ke sekitar Polsek Tiom. Pada 15 Juli 2013, Osimin sempat ditangkap Timsus Polda Papua dan divonis empat tahun penjara atas kejahatannya. Namun sebelum masa tahanannya habis, Osimin kabur dari Lapas Abepura pada 8 Januari 2016.***