Hari Pertama PTM, Hendi: Anak-anak Bersemangat

2

PAPUADAILY –Hari pertama Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Semarang berlangsung penuh semangat, Senin (30/8). Anak-anak yang cukup lama tidak masuk sekolah, cukup antusias untuk mengikuti PTM.

Pada hari pertama PTM, sebanyak 480 sekolah menggelar pembelajaran tatap muka terbatas. Terdiri dari 40 TK, 376 SD, serta 66 SMP baik negeri maupun swasta telah memulai PTM secara bertahap di Ibu Kota Jawa Tengah.

Pada hari hari pertama PTM, Senin (30/8), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Kepala Dinas Pendidikan Gunawan Sapto Giri melakukan pemantaun secara langsung disejumlah sekolah. Diantaranya adalah di SMP Negeri 12 Semarang, dan SD Negeri Srondo Wetan 01. Pemantauan dilakukan untuk memastikan pelaksaan PTM di tengah pandemi Covid-19, berjalan sesaui dengan protokol kesehatan (prokes).

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pada kali pertama meninjau SMP Negeri 12 Kota Semarang, dan dilanjutkan setelahnya bergeser ke SD Negeri Srondol Wetan 01 Kota Semarang. Selama pemantauan, Hendi menyempatkan untuk berbincang dengan para siswa dan siswi di SMPN 12 dan SDN Srondol Wetan 01. Menurut Hendi, pelaksanaan PTM di hari pertama berlangsung sesuai rencana dan anak-anak sangat bersemangat untuk belajar kembali di kelas.

“Kelancaran PTM di Kota Semarang tidak terlepas dari uji coba yang sebelumnya telah dilakukan,” katanya.

Hendi menjelaskan, untuk tahap awal ini tidak seluruh kelas melakukan PTM. Di SMPN 12 misalnya hanya kelas IX yang melaksanakan PTM, itupun dengan batasan maksimal 50%.”Minggu depan kelas VII hingga nanti bertahap maksimal 50% dari siswa sekolah, ini kita bertahap,” terangnya.

Hendi meyakini bila Dinas Pendidikan Kota dan pihak sekolah memiliki metode sendiri untuk pengawasan protokol kesehatan.

“Dengan dimulainya PTM, pelayanan pendidikan anak di Kota Semarang ke depan akan lebih maksimal. Ada kemampuan untuk berinteraksi secara sosial satu dengan yang lain sehingga saling kenal,” jelasnya.

Hendi meminta kepada pihak sekolah, untuk benar-benar memastikan penerapan prokes dengan baik dan jangan sampai lalai, agar tidak membahayakan para siswa.

“Kami juga mendorong percepatan vaksinasi bagi pelajar yang dilakukan di beberapa titik sekolah. Namun demikian tidak perlu menunggu capaian vaksinasi, namun hal penting yakni penerapan protokol kesehatan di sekolah,” tandasnya.