Hadapi Varian Delta, Pfizer Dorong Vaksinasi Dosis Ketiga

53

PAPUADAILY –Pfizer dan BioNTech mengatakan, mereka akan meminta otorisasi untuk dosis ketiga vaksin Covid-19 mereka untuk meningkatkan kemanjurannya. Ini dipicu penyebaran varian Delta mendorong wabah yang menghancurkan di Asia, termasuk di Thailand di mana pembatasan baru diumumkan pada Jumat (9/7/2021).

Pandemi sekali lagi mendatangkan malapetaka, dengan penyelenggara Jepang melarang kehadiran penggemar dari sebagian besar ajang Olimpiade 2020. Pemerintah menempatkan Tokyo di bawah keadaan darurat virus sepanjang Olimpiade, hanya dua minggu sebelum upacara pembukaan.

Varian Delta yang sangat mudah menular, pertama kali terdeteksi di India, menyebar ke seluruh dunia. Negara-negara berlomba memvaksinasi populasi mereka untuk menangkal wabah baru.

Pfizer dan BioNTech mengatakan pada Kamis (8/7/2021), mereka mengharapkan dosis ketiga akan bekerja dengan baik terhadap strain baru tersebut. Dikatakan, pihaknya akan mencari otorisasi di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan wilayah lain dalam beberapa minggu mendatang.

Data awal dari uji coba yang sedang berlangsung menunjukkan, suntikan ketiga mendorong tingkat antibodi, lima hingga 10 kali lebih tinggi terhadap jenis virus corona asli dan varian Beta yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, dibandingkan dengan dua dosis pertama saja menurut sebuah pernyataan.

Perusahaan-perusahaan itu mengatakan, mereka mengharapkan hasil yang sama untuk varian Delta. Tetapi pihaknya menambahkan, mereka juga mengembangkan vaksin yang dirancang khusus untuk melawan jenis yang mematikan.

Berita itu muncul ketika pemerintah Thailand berjuang melawan wabah baru, memaksa pihak berwenang memberlakukan pembatasan baru. Otoritas tersebut menetapkan jam malam 21:00 hingga 04:00 pagi di Bangkok dan melarang perjalanan yang tidak penting ke seluruh negeri, yang biasanya dibanjiri oleh wisatawan sepanjang tahun.

“Ini akan mendukung pengendalian penyakit secara efisien. Thailand akan menang,” kata Apisamai Srirangson, asisten juru bicara Satgas Covid-19 pemerintah.