Gelar Pasar Tani dan Pangan Murah, BI Papua Imbau Warga Agar Tak Panic Buying

6

PAPUADAILY – Bank Indonesia Provinsi Papua menggelar pasar tani dan pangan murah untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menyambut Natal dan Tahun Baru.

“Kegiatan ini hanya sehari, kita melihat dulu respons masyarakat, karena sudah lama tidak melakukan kegiatan seperti ini. Saya berharap ke depan ada pasar murah dari instansi lain,” kata Kepala BI Papua, Naek Tigor Sinaga melalui sambungan telepon, Jumat 10 Desember 2021.

Menurut Naek, pasar tani dan pangan murah ini merupakan satu kegiatan seiring dengan pengendalian inflasi yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua.

“Ini kelanjutan dari hasil sidak yang kemarin, yang mana mengantisipasi gejolak harga yang biasanya hari-hari besar keagamaan mengalami kenaikan,” ucap Naek.

Kehadiran pasar murah ini diharapkan memberikan alternatif kepada masyarakat yang membutuhkan pokok menyambut hari besar keagamaan. Naek mengimbau masyarakat agar tidak panik dengan membeli kebutuhan secara berlebihan.

“Saya meyakini secara keseluruhan kita di Papua relatif terkendali, walaupun ada kenaikan tapi masih ditahap yang wajar. Misalnya ikan mahal karena gangguan badai dan lainnya,” ujarnya.

Dari pantauan KabarPapua.co, harga bawang merah masih pada kisaran Rp36 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih lebih rendah dengan kisaran harga Rp29 ribu per kilogram.

Pedagang Bawang asal Koya, Juita Izabella menyebutkan, harga bawang merah dan bawang putih di pasaran bisa mencapai Rp35-Rp40 ribu per kilogram menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Seminggu lalu harga bawang merah berkisar Rp36-38 ribu per kilogram dan bawang putih Rp30-32 ribu per kilogram,” kata Juita.

Juita mengaku bawang merah dan bawang putih yang dijualnya berasal dari luar Papua, yakni Surabaya dan Arso, Kabupaten Keerom. Biasanya komoditi jualannya selalu diikutsertakan dalam pasar tani serta pangan murah jelang hari raya setiap tahun.

“Pasar tani dan pangan murah ini biasa dilaksanakan setahun dua kali, yakni menjelang Idul Fitri dan Natal untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga di bawah harga pasar,” terang Juita.