Garuda Kalah Gugatan di Pengadilan Arbitrase London, Ini Kata Kementerian BUMN

1

PAPUADAILY –Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menanggapi kekalahan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) pada kasus gugatan pembayaran uang sewa pesawat dengan salah satu perusahaan penyewa pesawat (lessor) di Pengadilan Arbitrase Internasional London (London Court International Arbitration/LCIA).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Kementerian BUMN saat ini tengah meminta Garuda Indonesia untuk mempelajari lebih lanjut terkait keputusan pengadilan, sehingga dapat merumuskan langkah baru yang akan dilakukan. “Kami minta Garuda pelajari lebih detail soal kasus tersebut, supaya tahu langkah yang terbaik, dan apa yang bisa dilakukan,” katanya dalam keterangan kepada media, Kamis (9/9/2021)

Meski demikian, Arya memastikan, kekalahan Garuda Indonesia dengan pihak lessor, tidak akan mengganggu operasioanal perusahaan, sehingga penerbangan Garuda tetap berlangsung normal. “Kami juga sudah tanya, apakah mempengaruhi operasional, ternyata sama sekali enggak, jadi jalan terus,” ujar Arya.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio mengatakan, pada 6 September 2021, perseroan menerima informasi bahwa LCIA telah menjatuhkan putusan arbitrase pada kasus gugatan dari Lessor Helice dan Atterisage (Goshawk) terhadap Garuda Indonesia, terkait pembayaran uang sewa (rent) pesawat.

“LCIA menjatuhkan putusan arbitrase yang pada intinya Garuda diwajibkan melakukan pembayaran rent atas sewa pesawat dan kewajiban-kewajiban berdasarkan perjanjian sewa pesawat, pembayaran bunga keterlambatan, serta pembayaran biaya perkara penggugat,” jelasnya dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (9/9/2021).

Mengenai putusan tersebut, saat ini perseroan sedang berkoordinasi dengan kuasa hukum (lawyer) yang menangani kasus ini untuk mempertimbangkan langkah selanjutnya yang dapat dilakukan perusahaan.

Prasetio meyakini putusan LCIA tersebut hingga saat ini tidak berdampak langsung terhadap kegiatan operasional Garuda sehingga tetap berlangsung normal. “Perseroan berkomitmen mengoptimalkan ketersediaan layanan penerbangan yang aman dan nyaman untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat maupun pengangkutan kargo bagi sektor perekonomian nasional,” ungkap dia.