Frans Kaisiepo, Orang Pertama Kibarkan Merah Putih dan ‘Nyanyikan Indonesia’ Raya di Papua

23

PAPUADAILY –Frans Kaisiepo menggemakan lagu Indonesia Raya dan mengibarkan Merah Putih di Tanah Papua untuk pertamakalinya, saat Papua masih diduduki Belanda untuk bersatu dengan Indonesia. Namanya ditetapkan sebagai pahlawan nasional Indonesia dari Papua berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 077/TK/1993.

Dilansir iNews.id, Frans Kaisiepo pernah menjabat sebagai Gubernur Provinsi Papua keempat. Sepanjang hidupnya, dia berjuang untuk mempersatukan Irian Barat dengan Indonesia.

Dia juga menjadi wakil Provinsi Papua yang terlibat dalam Konferensi Malino saat pembahasan pembentukan Republik Indonesia Serikat. Ketika itu Frans mengusulkan nama Irian untuk daerah di Timur Indonesia tersebut. Irian berasal dari bahasa Biak yang berarti tempat yang panas. Dia diketahui kelahiran Pulau Biak pada 10 Oktober 1921. 

Pada 31 Agustus 1945, ketika Papua masih diduduki Belanda, Frans termasuk salah satu orang menegakkan eksistensi Republik Indonesia. Dia juga orang pertama yang mengibarkan Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di Papua.

Frans juga pernah mendapat hukuman penjara lima tahun karena memimpin pemberontakan melawan Belanda di Kabupaten Biak.

Untuk mengenang jasa pengabdiannya, Frans Kaisiepo dianugerahi Bintang Mahaputra Adipradana Kelas Dua oleh pemerintah Indonesia. Dia diangkat secara anumerta sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada peringatan 30 tahun penyerahan Papua ke Indonesia tahun 1993.

Namanya juga diabadikan sebagai Bandar Udara Internasional Frans Kaisiepo di Biak, Papua Barat.

Kaisiepo juga merupakan salah satu tokoh sejarah yang terpilih untuk digambarkan dalam uang kertas rupiah Indonesia edisi 2016 untuk pecahan Rp10.000. Selain itu namanya juga diabadikan di salah satu KRI yaitu KRI Frans Kaisiepo.***