Erick Thohir Usulkan Waskita dan Adhi Karya Dapat PMN Total Rp 11,9 Triliun

2

PAPUADAILY –PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) bakal mendapat penyertaan modal negara (PMN) tambahan sebesar Rp 7,9 triliun pada 2021 dan Rp 3 tirliun pada 2022 untuk penguatan permodalan.

Selain Waskita, pemerintah juga menyuntikkan PMN sebesar Rp 2 triliun kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada 2022 untuk penyelesaian penugasan dan restrukturisasi.

“Kita paparkan untuk 2021 ini, PMN tambahan Waskita sebesar Rp 7,9 triliun yang tidak lain memang untuk permodalan dalam rangka restrukturisasi. Karena kita tahu, dulu banyak sekali tol di Jawa dalam kondisi mangkrak sehingga Waskita harus mengambilalih. Makanya, sekarang kita bisa menikmati jalan tol yang tembus di seluruh Jawa,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam rapat kerja bersama anggota Komisi VI DPR, Kamis (8/7/2021).

Erick menyadari bahwa akuisisi yang dilakukan Waskita akan menimbulkan konsekuensi terutama dari sisi permodalan perseroan yang sangat terbatas. Ditambah lagi, Waskita juga sempat mendapat penugasan tambahan di Tol Sumatera yang akhirnya banyak menguras ekuitas Waskita.

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, menjelaskan pada 2015-2016 Waskita mendapat penugasan untuk mengambilalih tol-tol milik swasta yang tidak selesai. Tiga tahun berselang, proyek-proyek tol mangkrak tersebut dapat diselesaikan Waskita seperti Solo-Ngawi-Kertosono dan Pemalang Batang. Hal inilah yang akhirnya menyebakan total utang Waskita meningkat tajam yang terdiri dari utang Rp 50 triliun, obligasi Rp 20 triliun, dan vendor Rp 20 triliun.

“Kami sedang restrukturiasi menyeluruh Waskita Karya melalui skema support dari pemerintah yaitu Rp 15 triliun penjaminan untuk penyelesiaan 132 proyek eksisting ada modal baru sebesar Rp 7,9 triliun untuk memperkuat permodalan akibat banyaknya modal yang terserap untuk mengambil tol-tol di masa lalu,” paparnya.

Dalam proses restrukturisasi itu, Waskita fokus mendivestasi beberapa ruas untuk menurunkan beban utang sebesar Rp 46 triliun. Tercatat hingga Juni 2021, sebanyak 3 ruas telah dilepas baik kepada investor asing maupun domestik.

“Sekarang ada 6 ruas lagi yang sedang kita divestasi dan diharapkan sampai akhir 2021 selesai. Kalau seluruh ruas ini bisa kita selesaikan, utang Waskita sebesar Rp 90 triliun diharapkan turun setengahnya,” terang Kartika.

Pada bagian lain, pemerintah juga bakal mengucurkan PMN tambahan kepada PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) sebesar Rp 2 triliun untuk menyelesaikan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek.

Menurut Kartika, Adhi merupakan salah satu BUMN Karya yang sudah lama tidak memperoleh PMN. Ditambah, saat ini perseroan sedang menggarap proyek-proyek strategis nasional seperti Jalan Tol Solo-DIY Kulon Progo, Tol DIY-Bawen dan SPAM Karian-Serpong untuk produksi air minum yang juga membutuhkan permodalan besar.

Dengan kondisi neraca Adhi Karya yang sedang menyelesaikan LRT Jabodebek, sulit jika hanya mengandalkan ekuitas yang ada. Karena itu, diajukan PMN sebesar Rp 2 triliun untuk pengembangan bisnis.

“Kami yakin, tiga proyek tersebut proyek-proyek yang sustainable dan merupakan proyek dengan internal rate of return (IRR) yang memadai. Artinya, bukan proyek penugasan yang merugikan” ujar Kartika.