Era Jokowi : Pembangunan Infrastruktur dari Trans Papua hingga Jembatan Youtefa

2

PAPUADAILY –Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Papua mendapat perhatian luar biasa. Pembangunan infrastruktur Papua di era pemerintahannya berkembang cukup pesat. Bahkan negeri paling timur Indonesia itu juga sukses menggelar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Sejak terpilih memimpin negeri ini pada 2014 lalu, Jokowi perlahan merealisasikan janjinya untuk membangun Indonesia Timur khususnya Papua untuk memperbaiki akses dan konektivitas masyarakat Pulau Kepala Burung.

Salah satu buktinya, harga-harga bahan bangunan seperti semen yang dulu sangat mahal, kini jauh lebih murah.

Sejak menjabat presiden, setidaknya sudah 12 kali presiden Jokowi mengunjungi Papua dan Papua Barat. Hal tersebut dilakukan karena mantan gubernur DKI Jakarta itu ingin langsung mengetahui permasalahan yang ada di lapangan.

Bahkan, Jokowi sempat menjajal jalan Trans Papua dengan mengendarai motor trail di ruas Wamena-Mamugu 1 pada Mei 2017 lalu.

Mengutip Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, penyediaan infrastruktur terutama jalan di Papua bukan hal yang mudah, tetapi upaya tersebut juga bukan hal mustahil.

Pembangunan jalan hingga ribuan kilometer tersebut bertujuan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat Papua. Dalam konstruksi jalan dan jembatan di Papua, pemerintah juga harus mengesampingkan aspek tingkat pengembalian investasi.

Sebagai catatan, untuk tahun 2021 saja, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur Papua dan Papua Barat hingga Rp9,79 triliun.

Dilansir Sindonews.com, berikut beberapa pembangunan infrastruktur Papua di era pemerintahan presiden Jokowi:

1. Jalan Trans Papua
Jalan Trans Papua yang memiliki total panjang 3.462 kilometer terus dikebut pembangunannya. Hingga pertengahan 2021 masih tersisa 16 km jalan yang belum tembus.

Pembangunan jalan Trans Papua diketahui menjadi salah satu program Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Pada tahun 2017 Jalan Trans Papua segmen I di Papua Barat, tepatnya ruas Sorong-Kambuaya-Manokwari, sepanjang 594,81 kilometer (km), telah tersambung.

2. Akses PON XX
Pembangunan fasilitas olahraga untuk penyelenggaraan PON XX menjadi bukti bahwa Papua mampu menggelar even besar.

Ada delapan sarana olahraga baru yang dibangun, salah satunya yakni Stadion Papua Bangkit berstandar internasional.

3. Jembatan Youtefa
Jembatan Youtefa merupakan landmark baru Jayapura. Jembatan itu dibangun mulai 9 Mei 2015 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 28 Oktober 2019.

Nama Youtefa dipakai sebagai nama jembatan itu berdasarkan permintaan masyarakat adat dan sesuai lokasinya yang di atas Teluk Youtefa. Sebelumnya, jembatan ini dinamai jembatan Holtekamp.

4. Serat Optik Palapa Ring
Palapa Ring merupakan proyek pembangunan serat optik nasional. Proyek ini terbagi menjadi tiga yaitu Palapa Ring Barat, Palapa Ring Tengah, dan Palapa Ring Timur.

Saat ini total panjang kabel laut Palapa Ring mencapai 12.148 kilometer, dengan 7.862 kilometer dibangun di laut.

5. Kebijakan BBM Satu Harga
Selain infrastruktur, Presiden Jokowi juga menerapkan kebijakan “BBM Satu Harga”. Kebijakan ini sebagai wujud nyata pemerataan energi di Indonesia.

Sebelumnya, terdapat perbedaan harga BBM antara di Papua dan di luar Papua, serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Untuk itu, pemerintah berupaya mengejar kesetaraan melalui program BBM Satu Harga.***