Edukasi dan Sosialisasi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Papua

5

PAPUADAILY –Klinik Asiki sebagai fasilitas kesehatan milik Tunas Sawa Erma (TSE) Group, terus berupaya menekan tingkat kematian ibu dan bayi di wilayah Asiki, Boven Digoel, Papua.

Tanggung jawab sosial ini diimplementasikan dengan memberikan layanan kesehatan dan penanganan dari tenaga medis profesional serta ditunjang oleh perlengkapan medis yang modern.

Manajer Klinik Asiki, dr Firman Jayawijaya, menjelaskan ada beberapa program yang sudah dijalankan untuk mengurangi jumlah kematian ibu hamil dan bayi baru lahir di kawasan Asiki.

“Salah satu di antaranya, melakukan kampanye promosi secara masif ke kampung-kampung mengenai layanan kesehatan Asiki yang cakap dalam menangani persalinan,” kata Firman dalam keterangannya, Sabtu (3/7/2021).

Selain itu, jelas dr Firman, klinik Asiki juga memberikan bingkisan persalinan yang berisikan kebutuhan utama bagi ibu maupun anak. Hadiah ini diharapkan mampu “merangsang” keinginan para calon ibu yang masih merasa sungkan untuk melahirkan di fasilitas kesehatan.

“Menurut kepercayaan yang berkembang di masyarakat Asiki, proses persalinan harus dilakukan di bivak atau tenda dan tanpa diiringi tenaga kesehatan. Mereka hanya ditemani keluarga, suami yang tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam mendampingi proses melahirkan,” tuturnya.

Menurut dr Firman, beberapa di antara mereka mampu melalui proses persalinan dengan sehat dan baik. “Namun, tidak sedikit juga bayi baru lahir dan ibu yang mengalami infeksi, pendarahan hebat hingga hipotermia hingga harus mendapatkan penanganan lebih lanjut dari klinik,” imbuhnya.

Kebiasaan yang sudah turun temurun pada masyarakat asli Papua di sekitar wilayah perusahaan ini perlahan coba diubah Klinik Asiki. Sejak 2017, Klinik Asiki rutin memberikan sosialisasi dan edukasi kepada calon ibu mengenai proses persalinan yang aman hingga mengadakan senam hamil.

“Bersyukur, mereka kini lebih antusias untuk melahirkan di klinik meskipun harus menempuh perjalanan dari kampung yang jauh,” ujar dr Firman.

Sejak kampanye promosi gencar tersebut, jumlah kematian ibu dan anak menurun secara perlahan. Berdasarkan catatan, angka kematian untuk bayi baru lahir mencapai empat orang pada 2015. Tiga bayi meninggal pada 2016. Jumlah kematian bayi baru lahir semakin berkurang menjadi dua orang pada 2017 dan 2018.

“Data terakhir, sejak tahun 2019 hingga saat ini, tidak ada kematian bayi baru lahir di Klinik Asiki,” pungkas dr Firman.