Edarkan Narkoba, Pecatan Polisi di Tasikmalaya Ditangkap

0

PAPUADAILY –Polres Tasikmalaya Kota mengungkap sedikitnya 10 kasus penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang dalam sebulan terakhir. Satu di antaranya melibatkan bekas anggota Kepolisian.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan mengatakan, pecatan polisi itu ditangkap saat mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu. “Dari informasi yang kita kumpulkan, pelaku mantan polisi, sudah lama melakukan peredaran sabu,” katanya, Jumat (27/8/2021).

Aszhari mengungkapkan, pria berinisial NW itu sudah dipecat dari Kepolisian sejak 2014. Dia diberhentikan tidak dengan hormat karena terlibat pencurian kendaraan bermotor. “Jadi dia juga residivis,” ungkapnya.

Dari tangan tersangka NW, polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 0,91 gram. Atas perbuatannya, dia dikenakan Pasal 112 ayat 1 juncto Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu, sembilan kasus lain yang diungkap Polres Tasikmalaya Kota terdiri dari penyalahgunaan sabu-sabu, tembakau sintetis, dan obat terlarang. Seluruh tersangka yang ditangkap berperan sebagai pengedar yang berasal dari beragam profesi.

Total barang bukti yang disita aparat kepolisian terdiri dari 4,93 gram sabu-sabu, 13,5 gram tembakau sintetis, 3.093 butir pil hexymer, dan 10 butir pil tramadol.

Polres Tasikmalaya Kota masih terus melakukan pengembangan atas kasus tersebut. “Ada salah satu jaringan yang diduga berasal dari dalam lapas, namun masih kita dalami. Untuk para tersangka akan dikenakan pasal berbeda. Tersangka yang mengedarkan narkotika akan dikenakan dengan UU Narkotika dengan ancaman penjara 5 sampai 20 tahun. Sementara untuk tersangka yang mengedarkan obat terlarang yang melanggar UU Kesehatan diancam hukuman penjara maksimal 10 tahun,” tutup Aszhari.