Dulu Tak Ada Tamu, Kini Hotel di Sorong Kamarnya Selalu Full

2

PAPUADAILY –Bisnis perhotelan di Kota Sorong, Papua mulai membaik. Di awal pandemi, tak ada tamu yang menginap dan hampir seluruh karyawan dirumahkan. Kini tamu mulai berdatangan. Demikian dikatakan salah satu staf hotel di Sorong.

Fedi, staf di Fave Hotel Sorong menceritakan hal tersebut, dikutip Detik.com. Di awal-awal pandemi, pihaknya akan sangat bersyukur sekali bila mendapat tamu.

“Pas awal itu tamu kita mulai menurun dari 70% sampai turun ke 0%. Pas masa-masa itu semua karyawan dirumahkan,” kata dia beberapa waktu lalu di Kota Sorong.

“Pandemi mulai dari Maret 2020, lalu bulan April semua karyawan dirumahkan sampai September dirumahkan semua,” imbuh dia.

Di kala tingkat keterisian kamar mulai meningkat, staf hotel dipanggil satu per satu di awal bulan 11. Karyawan yang dipanggil itu pun dipilih yang terbaik dari tiap departemennya.

“Kalau untuk hotel lain beda kebijakan. Tergantung manajemen masing-masing perusahaan. Mereka juga dirumahkan semua perhotelan di Sorong,” terang Fedi.

Ia melanjutkan, “Bahkan di sini yang bekerja dulu itu yang atasan saja, sebagai kepala tiap departemen. Menginap di kamar juga sambil memantau dan menerima tamu juga”.

Di masa pandemi itu, tamu yang menginap di hotelnya kebanyakan adalah orang lokal. Dan Kini keadaan mulai membaik.

“Kalau untuk sekarang setelah PPKM terakhir ini situasinya kembali normal. Sepertinya sudah 80% kembali normal,” terang Fedi.

Menurutnya, kunci utama adalah penerbangan. Jika penerbangan di Sorong dibuka, maka masih akan ada tamu yang menginap.

Fedi menyebut bahwa hotelnya kembali dipadati tamu sejak pertengahan Desember 2020. Kata dia, tamu itu adalah pebisnis bukan yang bertujuan untuk liburan atau ada kepentingan perusahaan.

“Untuk yang liburan itu mulai ada pengunjung pada 21 Maret 2021. Mereka pergi ke Raja Ampat atau ke daerah Papua Barat lainnya,” jelas dia.

Fedi menilai kondisi bisnis Fave Hotel di Sorong perlahan mulai kembali normal.

“Kalau hotel lainnya belum tahu. Untuk hotel ini sudah normal lah karena setiap hari okupansinya bisa mencapai 80% dan dua mingguan terakhir sudah 90% selama bulan Oktober,” imbuh dia.

“Di Fave Hotel ini yang menginap orang Papua 40%, orang Jawa 30%, selebihnya dari pulau-pulau lainnya,” kata dia lagi.

“Sebelum pandemi di 2019 itu malah kurang, karena sistem bisnisnya yang belum matang. Dia mulai berkembang setelah tahun 2020 karena perusahaan sudah mulai banyak di Sorong,” kata dia.***