Dukung Akses Internet Cepat, BAKTI Janjikan Satu BTS untuk Tiap Desa di Papua

9

PAPUADAILY – Demi mewujudkan akses internet cepat di Papua, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Anang Latif mengatakan bahwa pemerintah telah menargetkan pembangunan satu unit Base Transceiver Station (BTS) untuk setiap desa di Papua.

Janji pembangunan BTS tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat di provinsi Papua mendapatkan akses telekomunikasi.

“Dengan berfokus pada pembangunan infrastruktur TIK di wilayah populasi pemukim, diharapkan satu desa di Provinsi Papua dapat memiliki satu BTS,” jelas Anang.

Penyediaan BTS di setiap desa merupakan upaya menjalankan arahan Presiden Joko Widodo agar bisa mempercepat transformasi digital untuk mendukung layanan pemerintahan dan bisnis.

“Harapannya, masyarakat Papua tidak perlu susah payah menyeberang ke desa lain hanya untuk mendapatkan sinyal,” jelasnya.

Saat ini BAKTI sedang berupaya menyelesaikan pembangunan BTS agar bisa memeratakan jangkauan coverage sinyal 4G di seluruh Indonesia, termasuk di Papua.

Pada tahun 2022, BAKTI akan melanjutkan pembangunan sebanyak 5.204 BTS yang dikhususkan untuk Provinsi Papua.

Anang mengakui bahwa lokasi pemukiman yang tersebar dan kondisi bentang alam di Papua menjadi tantangan tersendiri.

“Pembangunan BTS menargetkan tempat populasi yang terdapat banyak keluarga bermukim. Namun di Papua, lokasi tempat tinggal setiap keluarga terpecah-pecah. Bahkan, ada satu desa mungkin penduduk hanya 10 keluarga, saking sedikitnya mereka terpencar-pencar,” tuturnya.

Menurut Dirut BAKTI Kementerian Kominfo, hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah dalam menyelesaikan seluruh coverage di Provinsi Papua.

“Mungkin bisa jadi di wilayah coverage tersebut tidak ada penduduknya karena begitu menyebar keluarga pemukim,” tuturnya.