Dugaan Pungli Pemakaman COVID-19 di Kota Malang Diselidiki

0

PAPUADAILY –Dugaan pungli dan penyelewengan dana pemakaman COVID-19 mencuat di Kota Malang. Polisi bergerak untuk menyelidiki kebenaran dari kasus tersebut.

“Kita sudah koordinasi dan bekerjasama dengan Pemkot Malang tentang informasi itu. Jadi masih penyelidikan,” kata Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto kepada wartawan di Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang, Selasa (7/9/2021).

Budi mengatakan pihaknya masih mendalami terkait adanya pungutan liar tersebut. Selain melibatkan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) untuk mengungkap dugaan pungli pemakaman pasien COVID-19 itu.

“Ini kan harus ada pendalaman, harus ada keterlibatan APIP apabila terjadi pungli. Mereka punya Inspektorat sendiri di Pemkot Malang,” tutur Budi Hermanto.

Polresta Malang Kota disebut juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kota Malang terkait penyelidikan dugaan kasus ini. “Sudah kami komunikasi juga bersama pihak kejaksaan, untuk sama-sama melihat apakah ada unsur kesengajaan dalam bertindak,” tegas Budi Hermanto.

Sebelumnya, Malang Corruption Watch (MCW) mengungkap adanya pemotongan dan pungli honor gali makam pasien COVID-19 yang meninggal dunia. MCW menyebut temuan adanya dugaan pungli di dapatkan dari empat area pemakaman di Kota Malang, dalam kurun waktu Juni sampai Agustus 2021.

Sejumlah juru kunci TPU di Kota Malang mengakui, adanya pemotongan insentif gali kubur pasien COVID-19 yang meninggal dunia. Dari sebesar Rp 750 ribu, dipotong Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per satu liang kubur.