Dua Maskot PON XX Papua ‘Mejeng’ di Bundaran HI

20

PAPUADAILY –Menjelang pagelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, Oktober mendatang, promosi terus digencarkan. Dua maskot PON XX Drawa dan Kangpho ditampilkan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, dengan mengusung slogan “Torang Bisa” sejak dua hari terakhir ini.

Kedua maskot menggambarkan dua hewan khas Papua, yakni burung cendrawasih dan kangguru bermantel emas.

Kangpho atau kepanjangan dari Kanguru pohon, selama ini populer sebagai satwa khas Australia, nyatanya ada di Papua. Menariknya, Kangpho merupakan jenis kanguru pohon dan satu diantaranya yang sangat terkenal adalah kanguru pohon mantel emas atau nama latinnya Dendrolagus Pulcherrimus.

Kangpho mantel emas merupakan satwa marsupial atau mamalia yang memiliki kantung di perutnya. Hewan ini memakan buah dan biji-bijian. Bagian pipi, leher, dan kakinya dihiasi warna kuning keemasan, sehingga hewan ini memiliki julukan mantel emas.

Sementara adalah burung Cenderawasih. Drawa dalam bahasa ilmiahnya disebut  Paradisaea Raggiana adalah jenis burung pengicau berukuran sedang dengan panjang 34 cm.

Drawa adalah burung jantang dewasa yang memiliki hiasan didominasi warna merah, jingga dan warna campuran antara merah dan jingga pada bagian sisi perutnya. Sementara bulu bagian dada berwarna cokelat tua. Paling uniknya lagi, pada ekor Drawa terdapat dua buah tali yang panjang berwarna hitam.

Drawa dan Kangpho dilengkapi dengan rumbai dari kulit kayu atau akar pohon untuk menutupi bagian pinggang kebawah yang juga dilengkapi dengan hiasan ukiran Papua pada pinggangnya.

Kangpho dan Drawa mengenakan ikat kepala khas Papua yang berbentuk rumbai dan kerucut menyerupai gambaran pegunungan tengah Papua yang dikelilingi oleh gunung.

“Rumbai pada pinggang Drawa dan Kangpho biasa digunakan oleh perempuan dan laki-laki yang melambangkan sambutan hangat dan penuh keakraban di tanah Papua,” kata Gubernur Papua, Lukas Enembe saat peluncuran dua maskot tersebut, beberapa waktu lalu. ****