Dua Anak Tertembak KKB, Ribuan Warga Intan Jaya Mengungsi

3

PAPUADAILY –Ribuan warga sipil Kabupaten Intan Jaya yang berada di Distrik Sugapa terutama Bilogai dan Kumbalakupa dikabarkan mengungsi ke gereja Katolik Missael Bilogai, Dekenat Moni Puncak, Keuskupan Timika. Sementara warga Yokatapa dan Mamba mengungsi ke Stasi Waboagapa.

Ketua Dewan Paroki Missael Bilogai, John Abugau mengatakan, hal itu terjadi pasca terjadinya penembakan antara TNI, Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan satu orang anggota TNI dan anak balita berusia dua tahun pada Selasa, (26/10/2021) malam.

“Masyarakat dari Bilogai dan Kumbalakupa semua pindah ke halaman gereja Katolik Paroki Misael Bilogai. Ada sebagian warga pindah ke rumahnya Melianus Belau, anggota DPRD Intan Jaya karena rumahnya pak Melianus itu berdekatan dengan gereja Katolik,” kata John Abugau. Seperti dikutip Jubi.co.

Sementara di sekitar kota Yokatapa dan kampung Mamba, menurut Abugau terpantau sangat kosong. Semuanya mengungsi ke gereja Katolik Stasi Waboagapa.

“Di sekitar Yokatapa itu sudah sunyi sepi. Jadi saya perkirakan ribuan masyarakat sudah mengungsi ke Gereja Katolik Waboagapa,” katanya.

Menurut dia, seorang anak kecil Nopelinus Sondegau (2 tahun) yang meninggal dunia karena tembakan peluru dimakamkan di kompleks Gereja Katolik Stasi Waboagapa.

“Korban dimakamkan di pinggir gereja Waboagapa. Jadi keluarga lavo duka di gereja Waboagapa” kata Abugau.

Sebagai informasi, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menyerang personel TNI yang sedang berpatroli di Kabupaten Intan Jaya, pada Selasa malam (26/10/2021).

Nasib malang menimpa dua orang anak di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Mereka ditembak KKB yang menyerang TNI dan Polri.

“KKB melakukan penembakan terhadap pos Koramil dan Polsek Sugapa sehingga personel membalas tembakan dan terjadi kontak tembak,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, Rabu (27/10/2021). Dikutip Detiknews.com.

Penembakan itu terjadi pada Selasa (26/10/2021) lalu saat teroris KKB menyerang kantor TNI AD dan polisi di Intan Jaya. Satu dari dua anak yang tertembak meninggal dunia.

“Dua orang masyarakat terkena tembakan dan satu di antaranya meninggal dunia,” tuturnya.

Saat terjadi kontak tembak, dua anak bersama orang tuanya sedang beraktivitas di sekitar rumah. Kedua anak tersebut terkena serpihan tembakan.

“Dua anak sedang dengan orang tuanya beraktivitas di sekitar rumah, sehingga menjadi sasaran KKB tersebut. Diketahui kedua anak tersebut mengalami luka serpihan tembak. Satu meninggal dunia dan satu terkena tembakan di punggung,” katanya.

Pihak keluarga lalu membawa kedua anak laki-laki itu ke puskesmas. Namun, karena saat itu tak ada tenaga medis, korban kembali dibawa ke rumah.

Pada Selasa (26/10) malam, pihak keluarga melaporkan kejadian itu ke Polsek Sugapa.

“Diketahui bahwa dalam dua bulan terakhir situasi kamtibmas terbilang kondusif. Namun, dengan adanya teror KKB kembali yang berulah, sehingga mengakibatkan adanya korban jiwa dari masyarakat,” ucapnya.

“Kami mengajak seluruh stakeholder dan masyarakat untuk terus mendukung upaya TNI-Polri menjaga situasi kamtibmas sehingga pembangunan dan kesejahteraan di Kabupaten Intan Jaya dapat segera terwujud,” tambah Kamal.

Sementara itu, seorang prajurit TNI turut terluka akibat penembakan teroris KKB di Kampung Mamba, Selasa (26/10/2021). Dia adalah Serka Asep, yang terkena tembakan di bagian perut. Kondisi Serka Asep dikabarkan stabil.

Saat ini personel gabungan TNI-Polri masih mengejar dan melakukan pengamanan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).***