DPR RI Sesalkan Pembakaran Menara BTS di Puncak

183164

PAPUADAILY – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menyesalkan tindakan pembakaran menara pemancar sinyal atau base transceiver station (BTS) di Kabupaten Puncak di Kabupaten Puncak.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi I DPR RI asal Fraksi Gerindra Yan Permenas Mandenas (YPM). Ia mengatakan, tindakan pembakaran tersebut sangat merugikan masyarakat.

“Saya sangat menyesalkan pembakaran terhadap BTS yang dibangun Palapa Ring, karena masyarakat tidak lagi mendapat pelayanan telekomunikasi mengingat dengan adanya BTS tersebut dapat dilayani Jaringan 4G,” katanya seperti dilansir dari Antara.

Menurutnya, harusnya pemerintah dan masyarakat setempat menjaga aset tersebut, karena keberadaan menara pemancar sinyal itu berguna untuk kemudahan komunikasi masyarakat di lokasi yang terisolir.

Di sisi lain ia juga berpendapat bahwa pembangunan menara sinyal itu juga tidak mudah, sebab lokasinya berada di titik yang sulit dijangkau akibat faktor medan dan keamanan.

“Saya sudah sempat berkunjung ke Ilaga, ibu Kota Kabupaten Puncak bulan Oktober 2020 untuk melihat pembangunan BTS yang dibangun oleh PT. Palapa Timur Telematika (PTT), dilanjutkan dengan penyambungan kabel optik oleh PT. Telkom Wilayah Papua dalam waktu satu bulan agar masyarakat bisa menikmati jaringan 4G dengan kuota internet yang cukup dari kurang lebih 10 MBPS menjadi kurang lebih 100 MBPS,” jelas dia.

Sementara itu, Kapolres Puncak AKBP Dicky Saragih secara terpisah mengakui adanya laporan tentang dua BTS yang dibakar di wilayanya namun masih diselidiki.

Memang ada laporan dua BTS didua lokasi berbeda di sekitar Ilaga dibakar OTK, menurut Kapolres, tapi belum dipastikan kapan insiden itu terjadi mengingat kawasan itu rawan kelompok bersenjata.

“Belum diketahui dengan pasti kapan OTK membakar BTS tersebut namun saat ini komunikasi agak terhambat,” ungkap AKBP Saragih.(*)