DPR Minta Pemerintah Ansipasi Dampak Covid 19

3

PAPUADAILY –Merespon hasil Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2022, pemerintah diminta mengantisipasi dampak covid 19 lebih parah.

“Kami berharap pemerintah bisa segera menindaklanjuti kemudian juga mengantisipasi ketidakpastian covid 19 yang mungkin bisa lebih parah. atau Insya Allah membaik, sehingga 2022 memiliki antisipasi yang lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Ketua DPR RI Puan Maharani saat hadir secara daring dalam Rapat Paripurna DPR, Selasa 6 Juli 2021.

Pihaknya meminta pemerintah segera menyusun anggaran belanja kementerian atau lembaga yang dinilai lebih efektif dan efisien. Anggaran belanja di waktu mendatang harus diprioritaskan untuk kesejahteraan rakyat dan pelayanan publik.

Bahkan, Puan juga meminta seluruh anggota DPR menjalankan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat secara maksimal dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Dia berharap, penerapan PPKM darurat mampu menekan angka kasus penularan dampak covid 19 di Indonesia.

“Insya Allah dengan PPKM darurat ini Indonesia, khususnya zona merah bisa menjadi lebih baik daripada sebelumnya,” tutur dia.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kasus covid 19 akan terus naik. Bahkan, dia menyebut kenaikan bisa mencapai 40 ribu kasus per hari.

Luhut menyampaikan pemerintah sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menekan laju penyebaran virus corona di Indonesia. Dia mengimbau masyarakat terus waspada menghadapi lonjakan kasus dampak covid 19.

“Angka ini bisa akan terus naik, seperti kemarin 29 ribu. Bisa saja mungkin nanti kita sampai ke 40 ribu ataupun lebih,” kata Luhut dalam jumpa pers daring yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa 6 Juli 2021.

Ia menambahkan, pemerintah telah mempersiapkan stok obat-obatan, oksigen, sampai tempat tidur di rumah sakit, guna mengantisipasi lonjakan kasus. Pemerintah juga menjalin kerja sama dengan Singapura, China, dan Amerika Serikat untuk menyiapkan langkah antisipasi dampak covid 19.