Dokter Dirga: Jangan Adu Efektivitas Setiap Vaksin Covid-19!

1

PAPUADAILY –Indonesia memiliki tiga jenis vasin Covid-19 yakni Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm untuk mendorong target vaksinasi 1 juta per hari. Memang, dari ketiga vaksin tersebut memiliki efikasi yang berbeda satu sama lain.

Meski demikian, semua vaksin didesain untuk mencegah virus Covid-19 berkembang. Vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe mengimbau masyarakat agar tidak membanding-bandingkannya.

“Vaksin A sekian persen, vaksin B sekian persen, padahal saya bisa katakan kesemuanya itu aman dan enggak bisa diadu dan jangan diadu,” terangnya di Okezone Stories, Rabu (30/6/2021).

Kenapa tidak bisa diadu?

Diterangkan dr Dirga, angka efektivitas yang didapatkan setiap merek vaksin Covid-19 itu berasal dari uji klinis yang berbeda. Karena itu, tidak bisa vaksin diadu-adu.

“Misalnya saja Sinovac (uji klinis) di Indonesia, AstraZeneca di Inggris. Pesertanya juga berbeda termasuk lokasinya juga berbeda. Beda cerita kalau tempat uji klinisnya sama, lalu peneliti sekaligus menguji vaksin A B C, ketemu angkanya, baru bisa,” paparnya agar mempermudah dipahami.

Daripada terjebak dalam pusaran angka efektivitas, dr Dirga lebih menyarankan agar fokus untuk menerima vaksinasi apapun mereknya. Sebab, vaksin yang sudah didatangkan ke Indonesia, sudah dipastikan keamanan dan efektivitasnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kita jangan terjebak di angka-angka itu. Semua aman. Vaksin yang sudah dapat izin BPOM itu aman dan efektif. Jadi, gunakan merek apa saja yang sudah tersedia sekarang,” terang dr Dirga.

Sekadar informasi, Sinovac mengklaim vaksinnya menurunkan kejadian penyakit Covid-19 hingga 65,3%, lalu AstraZeneca 76% bahkan mengklaim dapat melawan varian Delta di atas 90%, dan vaksin Sinopharm 79%.