DKI Izinkan Potong Hewan di Luar RPH

2

PAPUADAILY –Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengizinkan pemotongan hewan kurban Idul Adha di luar rumah pemotongan hewan (RPH).

Namun harus memenuhi sejumlah syarat ketat sebelum melakukan pemotongan hewan. Demikian diunggah akun Instagram (IG) resmi Pemprov DKI, @dkijakarta.

“Namun, jika kapasitasnya sudah tidak tertampung, pemotongan hewan kurban bisa dilakukan di luar RPH-R dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat,” demikian informasi yang diunggah @dkijakarta, Sabtu (17/7/2021), seperti dilihat RRI.co.id, Minggu (18/7/2021).

Pemprov DKI pun menyusun panduan pelaksanaan kurban di luar RPH dan luar zona merah.  Pertama, harus tetap memperhatikan jaga jarak fisik dengan membatasi jumlah panitia, hanya dihadiri oleh panitia. Kemudian, jarak minimal 1 meter dan tidak saling berhadapan antar petugas.

Lalu, daging kurban diantar oleh panitia ke rumah mustahik dengan kemasan ramah lingkungan. Untuk panitia maupun penyembelih harus menggunakan alat pelindung diri (APD) minimal masker dua lapis, sarung tangan sekali pakai, apron dan penutup alas kaki. Berikutnya, melakukan cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sesering mungkin.

Selanjutnya, pengukuran suhu tubuh; orang yang memiliki gejala demam, nyeri tenggorokan, batuk, pilek, sesak dilarang masuk ke tempat pemotongan.  Lantas, panitia harus berasal dari lingkungan tempat tinggal yang sama dan tidak dalam masa karantina mandiri.