Ditambah Kelompok Anak, Total Sasaran Vaksinasi Naik Jadi 200 Juta

2

PAPUADAILY –Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemkes), Siti Nadia Tarmizi mengatakan, sasaran vaksinasi Covid-19 mengalami peningkatan jumlah dari 181,5 juta menjadi 200 juta populasi.

Menurut Nadia, peningkatan jumlah sasaran populasi karena ada penambahan kelompok prioritas yakni anak usia 12-17 tahun sebanyak 20 juta.

“Total sasaran vaksinasi 181,5 juta ditambah 20 juta jadi sekitar 200 juta total sasarannya. Nanti akan di-update terkait data ini,” kata Nadia.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan sasaran vaksinasi sebanyak 181,5 juta atau 70% dari populasi penduduk Indonesia. Adanya penambahan sasaran vaksinasi pada kelompok anak, maka akan ada peningkatan peningkatan target masyarakat yang mendapatkan kekebalan kelompok.

Selanjutnya, Nadia juga mengatakan, peningkatan jumlah sasaran juga terus terjadi untuk kelompok prioritas lainnya seperti tenaga kesehatan (nakes) dan petugas layanan publik.

Dikatakan Nadia, penambahan data sesuai dengan keadaan di lapangan. Dalam hal ini, ada penambahan jumlah tenaga kesehatan atau petugas pelayanan publik yang baru lulus dari perguruan tinggi.

“Kalau ini kan datanya bertambah sesuai dengan keadaan di lapangan karena bisa saja seperti nakes itu datanya kemarin masih sekolah dan tahun 2021 sudah lulus dan menjadi nakes. Begitu juga petugas publik datanya bisa bertambah sesuai di lapangan,” terang Nadia.

Nadia menambahkan, hal terpenting strategi percepatan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok. Menurutnya, menjadi pekerjaan rumah Kemkes adalah vaksinasi terhadap kelompok lansia. Pasalnya, banyak lansia masih takut untuk divaksinasi. Selain itu, ada persepsi lansia yang mempunyai komorbid tidak boleh divaksinasi.

Oleh karena itu, untuk mempercepat vaksinasi lansia, Nadia mengatakan, pemerintah memperluas sasaran yakni untuk kelompok masyarakat usia di atas 18 tahun.

“Kita berharap peningkatan vaksinasi terhadap lansia karena dia bisa pergi vaksinasi bersama anaknya, harapannya bisa meningkatkan jumlah kelompok lansia divaksinasi,” kata Nadia.