Dirjen Otda Kemdagri Masih Akui Dance Flassy Sebagai Sekda Papua

2

PAPUADAILY –Ketua Umum Pemuda Adat Papua Yan Christian Arebo telah meminta Gubernur Lukas Enembe untuk segera membatalkan pelantikan pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Papua, yang telah digelar di Gedung Negara, Kota Jayapura, Rabu (14/7/2021) lalu. Sebab menurutnya, pelantikan tersebut ilegal dan bertentangan dengan keputusan presiden (Kepres).

“Sekda itu adalah pejabat tinggi madya. Yang berhak mengangkat dan memberhentikan Sekda (Provinsi) itu adalah Presiden. Bukan gubernur,” tegas Arebo melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/7/2021).

Senada dengan hal tersebut, Dirjen Otda Kemdagri Akmal Malik mengatakan bahwa sampai saat ini Sekda Provinsi Papua yang sesuai aturan hukum masih Dance Yulian Flassy.

“Itu bukan pelantikan, tapi acara serah terima pendelegasian beberapa tugas dari Sekda kepada Asisten Sekda oleh gubernur. Sekda-nya tetap Dance Y Flassy. Kita sudah minta Humas Pemprov Papua untuk luruskan opini yang sudah terbentuk seolah-olah terjadi pergantian Sekda,” kata Akmal melalui pesan WhatsApp.

Secara terpisah, Pakar Hukum Tata Negara Universitas Cenderawasih, Marudut Hasugian memandang penunjukan Pelaksana tugas (Plt) Sekda Papua merupakan bentuk pelanggaran atau maladministrasi. Sebab, pergantian Sekda Provinsi bukan kewenangan gubernur, melainkan wewenang Menteri Dalam Negeri (Mendagri). “Penunjukkan tersebut melanggar administrasi, dan prosedurnya keliru,” kata Marudut.

Marudut memandang, isi Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 800/7207/SET tentang Pergantian Sekda Papua dengan alasan karena memasuki usia pensiun, tidak tepat. Memang, kata dia, UU mengatur ketentuan Aparatur Sipil Negara (ASN) Eselon 3 dan 4 memasuki usia pensiun pada usia 58 tahun. Sementara untuk kepala biro atau Eselon 2b dalam UU ASN disebutkan masa jabatannya hingga umur 60 tahun.

Karenanya, Marudut mengatakan Dance Yulian Flassy secara definitif masih aktif sebagai Sekda Papua. Sementara wewenang pergantiannya berada di tangan Kementerian Dalam Negeri.