Dinas Pariwisata Kota Jayapura Dorong Ekowisata Mangrove Hamadi untuk Tingkatkan PAD

2

PAPUADAILY – Dinas Pariwisata Kota Jayapura akhirnya membuka spot destinasi wisata baru, yakni Ekowisata Mangrove Hamadi untuk membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Jayapura. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jayapura Erid Rumansara, kepada Tribun-Papua.com di ruang kerjanya, Selasa (21/12/2021).

“Kami berharap dengan adanya destinasi wisata baru di Jayapura ini, yakni ekowisata mangrove, maka dapat mendatangkan perekonomian, juga meningkatkan PAD bagi Kota Jayapura,” jelasnya.

Menurut Erid, hal itu dapat saja terjadi mengingat besaran PAD Kota Jayapura saat ini sebesar 70%, datang dari sektor pariwisata.

“Tentunya apabila kita membuka destinasi wisata baru, seperti Ekowisata Mangrove Hamadi, maka diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung wisatawan,” katanya.

Ditambahkannya, dengan jumlah pengunjung atau wisatawan yang meningkat di suatu destinasi wisata, secara tidak langsung, akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

“Masyarakat sekitar akan diberdayakan, menjual aksesoris atau mahkota khas Papua, serta makanan ringan di daerah ekowisata, sehingga ini tentu akan berdampak kepada masyarakat,” lanjutnya.

Selain meningkatkan perekonomian, dengan munculnya destinasi Ekowisata Mangrove Hamadi juga dikatakan Erid, dapat menjadi bahan edukasi bagi pelajar dan masyarakat, akan pentingnya mangrove bagi ekosistem.

“Ekowisata Mangrove tidak hanya berbicara soal peningkatan ekonomi, tetapi bisa difungsikan untuk sarana belajar, penelitian, dan study tour,” ucap Erid.

Dalam kesempatan itu, Erid menginformasikan jika pembangunan jalan jerambah di Kawasan Ekowisata Mangrove Hamadi merupakan program tahun 2021, yang bersumber dari dana fisik Pemerintah Pusat melalui Kemenparekraf.

“Di mana kita membuat program ini, sesuai dengan renstra Dispar Kota Jayapura, yang mengacu pada visi dan misi Pemkot Jayapura,” sambungnya.

Terkait pengelolaan Ekowisata Mangrove Hamadi ke depan, Erid menyebutkan pihaknya akan duduk bersama masyarakat untuk mengatur, soal bagaimana pengelolaan manajemen ekowisatanya.

Terakhir, Erid mengimbau agar apabila Ekowisata Mangrove Hamadi telah diresmikan dan dibuka, pengunjung ataupun wisatawan dapat menjaga fasilitas yang ada dengan baik, dan tidak melakukan perbuatan dilarang.