Diet Rendah Garam Kurangi Risiko Hipertensi di Masa Pandemi

2

PAPUADAILY –Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan komplikasi kesehatan dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, bahkan berujung pada kematian.

Guru Besar Bidang Keamanan Pangan & Gizi di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB, Prof Ahmad Sulaeman, mengatakan, sebenarnya ada banyak cara untuk mengurangi risiko hipertensi.

“Salah satu caranya adalah dengan mengurangi asupan garam atau diet rendah garam,” kata Prof Ahmad Sulaeman, dalam keterangannya, Kamis (8/7/2021).

Menurut Prof Ahmad, jika tetap ingin makanan yang dikonsumsi memiliki cita rasa, namun juga ingin diet rendah garam, menggunakan bumbu umami seperti monosodium glutamat (MSG) bisa menjadi salah satu solusinya. “Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya 1/3 dari kandungan natrium pada garam meja biasa,” jelasnya.

Prof Ahmad menambahkan, sudah banyak penelitian sebelumnya yang menunjukkan penggunaan MSG bermanfaat untuk membantu mengurangi asupan garam sekaligus menjaga kelezatan makanan.

“Hal ini juga terbukti dengan sertifikat halal dan izin BPOM bahwa penggunaan MSG sangat aman, asalkan sesuai dengan anjuran penggunaan,” tandasnya.

Brand Manager Ajinomoto, Putri Astriani, menambahkan PT Ajinomoto Indonesia meluncurkan microsite terbaru untuk brand MSG Ajinomoto.

“Halaman tersebut memuat fakta menarik tentang umami dan monosodium glutamate, serta berbagai resep menu dengan strategi pengurangan garam namun tetap menjaga kelezatannya,” kata Putri.

Menurut Putri, microsite ini akan mendukung keluarga Indonesia untuk lebih kreatif dalam memasak dan menerapkan gaya hidup sehat, terutama dalam situasi pandemi covid-19.

“Masih ada beberapa orang yang memiliki stigma negatif terhadap monosodium glutamate, yang menjadi salah satu alasan kami meluncurkan microsite terbaru untuk brand MSG Ajinomoto,” pungkasnya.