Diduga Terlibat Pelanggaran HAM di Papua, Andika Perkasa: Silahkan Investigasi

4

PAPUADAILY –Calon Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa diduga terlibat kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Papua. Ia mengaku tidak takut apabila kasus tersebut dibuka kembali.

“Saya benar-benar terbuka kalau memang ada dugaan atau apa, saya terbuka,” kata Andika, Minggu (8/11/2021) dilansir Tribun-Papua.com.

“Monggo, enggak ada keraguan atau ketakutanlah,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu.

Sebelumnya, sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mendesak DPR segera mendalami dugaan keterlibatan Jenderal Andika Perkasa dalam kasus pembunuhan tokoh Papua, Theys Hiyo Eluay.

Koalisi berpendapat, penghormatan terhadap HAM menjadi poin penting dalam profesionalitas TNI, sebagaimana tercantum dalam Pasal 2 huruf d UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Dikutip dari situs Deutsche Welle, Theys dibunuh usai menghadiri undangan peringatan Hari Pahlawan di markas Kopassus di Jayapura.

Saat itu, empat perwira dan tiga serdadu Kopassus diadili lantaran kasus tersebut. Namun, Andika tidak pernah terkait proses hukum itu.

Surat yang dikirim oleh Agus Zihof, ayah seorang terdakwa, yaitu Kapten Inf Rionardo, kemudian menyeret Andika Perkasa dalam pusaran hitam pelanggaran HAM di Papua.

Surat Agus kepada KSAD Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu itu mengisahkan anaknya dipaksa mengakui pembunuhan Theys oleh seorang yang bernama Mayor Andika.

Ketika dilantik sebagai KSAD pada November 2018 lalu, Andika juga telah menyatakan bahwa ia tidak mempersoalkan jika ada pihak-pihak yang mengait-ngaitkan dirinya dengan peristiwa pembunuhan Theys.

Ia mempersilakan jika ada aktivis HAM yang mau kembali menginvestigasi apakah dirinya benar-benar terlibat atas pembunuhan Theys atau tidak.

“Kalau mereka mau menelusuri itu juga silahkan. Kan enggak ada yang perlu saya khawatirkan,” pungkasnya. ***