Deretan Negara Pendonor Vaksin Covid-19 ke Indonesia, Selain Sinovac dari China

2

PAPUADAILY –Pemberian vaksin kini menjadi salah satu alat banyak negara di dunia membentengi diri dari penyebaran Covid-19 yang kian masif.  Demikian pula di Indonesia, pemerintah secara aktif melakukan Vaksin Covid-19 ke masyarakat. Bahkan ditargetkan 2 juta orang harus divaksinasi dalam sehari.

Kini Indonesia memakai banyak vaksin untuk diberikan ke masyarakat. Di awal Indonesia menggunakan vaksin Sinovac dari China saat memulai program vaksinasi.  Dari catatan, China hingga saat ini sudah memberikan bahan mentah vaksin Covid-19 Sinovac kepada Indonesia sebanyak 105 juta dosis.

Seiring itu kemudian mulai masuk vaksin lain dari banyak negara. Liputan6.com merangkum deretan negara yang menghibahkan atau mendonorkan vaksin buat Indonesia. Berikut daftar negara pemberi hibah vaksin ke Indonesia, Minggu (4/7/2021)

  1. Amerika Serikat

Sebanyak 4 juta dosis vaksin Covid-19 Moderna dari AS sedang menuju ke Indonesia. Vaksin datang ketika Indonesia memberlakukan pengetatan protokol sosial di tengah gelombang lonjakan kasus COVID-19 yang mengkhawatirkan, dipicu oleh varian Delta dan melonggarnya mobilitas publik sejak Ramadan – Lebaran 2021.

Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan mengatakan kepada Menlu Retno Marsudi, pada Jumat 2 Juli 2021, dosis vaksin akan dikirim melalui program berbagi vaksin global COVAX “sesegera mungkin,” kata sebuah pernyataan Gedung Putih, yang dikutip, Sabtu (3/7/2021).

Sullivan mengatakan, donasi tersebut “menggarisbawahi dukungan Amerika Serikat terhadap masyarakat Indonesia saat mereka melawan lonjakan kasus COVID-19”.

Kedua pejabat itu juga membahas rencana AS untuk meningkatkan bantuan untuk upaya respons COVID-19 Indonesia yang lebih luas, kata pernyataan itu.

  1. Belanda

Negara ini akan mengirimkan 3 juta dosis vaksin Covid-19 ke Indonesia. Pemberian vaksin ini hasil perbincangan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi saat kunjungan kerja ke Belanda pada Kamis, 1 Juli 2021.

Sebagai kesimpulan kunjungan ke Belanda, kata Retno Marsudi, membuahkan hasil cukup konkret dan baik. “Ada bantuan 3 juta vaksin COVID-19 bentuk jadi dari Belanda dan saat ini sedang dijajaki bantuan untuk obat-obatan terapeutik,” ucapnya melalui pernyataan resmi, Jumat, 2 Juli 2021.

Retno tidak menyebut secara jelas, merek vaksin COVID-19 apa yang akan dikirim Belanda ke Indonesia. Ia hanya menekankan, dalam waktu dekat vaksin COVID-19 dari Belanda akan segera dikirim ke Indonesia. “3 juta vaksin jadi akan dikirim segera,” lanjut Retno Marsudi.

  1. Australia

Australia juga memberikan bantuan vaksin Covid-19 ke Indonesia. Negara ini yang memberikan dana sebesar 77 juta dolar atau sekitar Rp 836 miliar untuk membeli vaksin.

 

Ini dikatakan  Menteri Kesehatan Budi Sadikin saat konferensi pers PPKM Darurat, Kamis 1 Juli 2021.

“Memang vaksinnya belum dapat, karena mencarinya lewat COVAX. Jadi berhubung CEO COVAX itu orang Australia, kalau bisa vaksinnya cepat dan mungkin bisa 10 juta [dosis] itu dari Australia,” katanya.

Selain Australia, negara lain yang akan berkontribusi antara lain Jepang, yang akan menyumbang 2,1 juta vaksin AstraZeneca, dan Amerika Serikat yang akan mengibahkan empat juta dosis vaksin Moderna.

Menkes Budi mengatakan tengah menanti kedatangan dosis vaksin AstraZeneca yang akan tiba melalui program Akses Vaksin COVID-19 Global (COVAX).

COVAX merupakan program yang dijalankan oleh Gavi, Koalisi Inovasi Persiapan Epidemi (cepi) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang bertujuan untuk “mempercepat pengembangan dan produksi vaksin COVID-19 dan memastikan akses yang adil bagi semua negara di dunia”.

  1. Jepang

Indonesia kini memiliki 9,2 juta dosis vaksin AstraZeneca hasil hibah dari Jepang. Pada Kamis, 1 Juli 2021, Indonesia menerima 998.400 dosis AstraZeneca berupa vaksin jadi, yang tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Vaksin AstraZeneca tersebut merupakan sumbangan dari Pemerintah Jepang, hasil kerja sama bilateral Indonesia-Jepang. Kedatangan 998.400 dosis vaksin jadi produksi AstraZeneca ini, menambah total vaksin AstraZeneca yang dimiliki Indonesia menjadi 9.226.800 dosis.

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan, kedatangan vaksin AstraZeneca hari ini merupakan jerih payah koordinasi dan kolaborasi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, serta berbagai pihak terkait lainnya, baik di Indonesia maupun di Jepang.

Ke depannya, Kemenlu, Kemenkes, dan instansi-instansi terkait lainnya akan terus bersinergi dalam memastikan kelancaran pasokan vaksin COVID-19. “Baik secara bilateral maupun multilateral, demi tercapainya target program vaksinasi COVID-19 di Tanah Air,” lanjut Mahendra.