Daftar 48 Daerah PPKM Darurat Level 4: Depok Hingga Surabaya

12

PAPUADAILY –Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM Darurat) diberlakukan di 122 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali. Sebanyak 48 daerah di antaranya berstatus level 4 berdasarkan ketentuan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Level daerah menunjukkan laju penularan virus corona dalam satu daerah. WHO membuat empat level dalam mengukur laju penularan virus tersebut.

“Berdasarkan guidelines WHO yang baru, level dari krisisnya daerah dilihat dari dua faktor besar, satu laju penularan yang kedua daya respons atau kesiapan kota, kabupaten untuk respons,” ucap Menkes Budi Gunadi Sadikin, dalam jumpa pers daring yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/7/2021).

Level 4 jadi tingkatan tertinggi. Daerah dengan status ini memiliki lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk. Daerah dengan status level 4 juga memiliki lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

Di Indonesia, daerah level 4 berpusat di Pulau Jawa. Daerah-daerah itu tersebar di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan D.I. Yogyakarta.

Berikut daftar 48 daerah level 4 yang menerapkan PPKM Darurat pada 3-20 Juli.

DKI Jakarta

  1. Jakarta Pusat
  2. Jakarta Timur
  3. Jakarta Barat
  4. Jakarta Utara
  5. Jakarta Selatan
  6. Kepulauan Seribu

Banten

  1. Kota Tangerang
  2. Kota Tangerang Selatan
  3. Kota Serang

Jawa Barat

  1. Purwakarta
  2. Kota Tasikmalaya
  3. Kota Sukabumi
  4. Kota Depok
  5. Kota Cirebon
  6. Kota Cimahi
  7. Kota Bogor
  8. Kota Bekasi
  9. Kota Banjar
  10. Kota Bandung
  11. Karawang
  12. Bekasi

Jawa Tengah

  1. Sukoharjo
  2. Rembang
  3. Pati
  4. Kudus
  5. Kota Tegal
  6. Kota Surakarta
  7. Kota Semarang
  8. Kota Salatiga
  9. Kota Magelang
  10. Klaten
  11. Kebumen
  12. Grobogan
  13. Banyumas

D.I. Yogyakarta

  1. Sleman
  2. Kota Yogyakarta
  3. Bantul

Jawa Timur

  1. Tulungagung
  2. Sidoarjo
  3. Madiun
  4. Lamongan
  5. Kota Surabaya
  6. Kota Mojokerto
  7. Kota Malang
  8. Kota Madiun
  9. Kota Kediri
  10. Kota Blitar
  11. Kota Batu

 

Berita 22

Ahli Sebut PPKM Darurat Bagian Pertempuran Lawan Covid-19

Presiden Joko Widodo memutuskan memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali. PPKM Darurat ini berlaku sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.

“Setelah mendapatkan banyak masukan dari para menteri, para ahli kesehatan, dan juga kepala daerah, saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali,” kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers, Kamis (1/7/2021).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dr. Ede Surya Darmawan SKM., MDM, mengatakan, kebijakan ini harus disertai dengan penerapan sebaik-baiknya.

Tujuan dalam penanganan pandemi dengan berbagai instrumen kebijakan menjadi aksi yang mendorong upaya masif dari pusat hingga daerah, sehingga masyarakat berbondong-bondong harus dipaksa sadar berperilaku baru. “Tidak ada kerumunan. Masyarakat tetap di rumah, tidak keluar rumah jika tidak mendesak. Dengan begitu penularan bisa ditekan,” tegasnya.

Dia mengingatkan, saat PPKM Darurat dilakukan, proses testing dan tracing harus terus ditingkatkan. Begitu juga dengan vaksinasi juga harus dilakukan secepat mungkin untuk mencapai herd immunity. “Itu harus segera dilakukan menjadi bagian pertempuran melawan Covid-19,” kata Dr Ede.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebutkan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir berkembang sangat cepat karena varian baru yang juga jadi persoalan serius di banyak negara. Situasi ini mengharuskan pemerintah mengambil langkah yang lebih tegas agar bersama-sama dapat membendung penyebaran Covid-19 ini.

“PPKM Darurat ini akan meliputi pembatasan-pembatasan aktivitas masyarakat yang lebih ketat daripada yang selama ini berlaku,” ujar Jokowi.

Presiden Jokowi memastikan, pemerintah akan mengerahkan sumber daya yang ada untuk mengatasi penyebaran Covid-19. Dia menambahkan, jajaran Kementerian Kesehatan juga terus meningkatkan kapasitas rumah sakit, fasilitas isolasi terpusat, maupun ketersediaan obat-obatan, alat kesehatan, hingga tabung oksigen.

“Seluruh aparat negara, TNI, Polri, ASN, dokter, dan tenaga kesehatan harus bahu membahu bekerja sebaik-baiknya untuk menangani wabah ini,” tegas Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi meminta masyarakat berdisiplin mematuhi pengaturan ini demi keselamatan semua. Seluruh rakyat Indonesia diminta untuk tetap tenang dan waspada, mematuhi ketentuan yang ada, disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dan mendukung kerja aparat pemerintah dan relawan dalam menangani pandemi Covid-19.

“Dengan kerja sama yang baik, dari kita semua dan ridho Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, saya yakin kita bisa menekan penyebaran COVID-19 dan memulihkan kehidupan masyarakat secara cepat,” kata Jokowi.

Terpisah, Koordinator Komunikasi Publik KPCPEN Arya Sinulingga meminta masyarakat untuk mematuhi segala aturan yang ada dalam PPKM Darurat. Karena menurutnya, kebijakan ini semata-mata untuk kebaikan masyarakat.

Dia juga berharap dukungan semua pihak termasuk pihak swasta dalam pelaksanaan kebijakan ini. “Jika ada larangan atau aturan misal terkait jam operasional harus dipatuhi,” tegasnya.

Arya juga yakin, dengan partisipasi dan komitmen semua pihak dalam melaksanakan kebijakan PPKM Darurat akan mampu menekan penularan Covid-19. “Semoga pandemi segera berakhir dan kehidupan masyarakat bisa kembali sedia kala,” ujarnya.