Bupati Puncak Tegaskan Beasiswa itu Dana Negara, Bukan Ajang Bagi-bagi Duit ke Mahasiswa

7

PAPUADAILY – Bupati Puncak Willem Wandik, SE. M. Si menegaskan bahwa pemberian beasiswa kepada mahasiswa asal Kabupaten Puncak bukan ajang bagi- bagi duit dari pemerintah daerah kepada mahasiswa. Namun, harus juga diikuti dengan sistem pertanggungjawaban oleh mahasiswa secara akuntabel terutama data kuliah.

Demikian disampaikan Bupati Wandik saat membawa materi pada musyawarah besar Komunitas mahasiswa pelajar Puncak (KMPP) se-Jayapura IV, di Perumnas 1 Waena, Kota Jayapura, Selasa 30 November 2021.

“Selama ini, pemda kirim beasiswa langsung ke rekening mahasiswa. Jangan ada anggapan ini ajang bagi-bagi uang. Mahasiswa haru pahami bahwa yang diberikan adalah uang negara dan harus ada pertanggungjawaban yang baik dari mahasiswa kepada pemerintah daerah,” katanya.

Pertanggungjawaban yang dimaksud adalah terkait data semester, data nilai, data kampus tempat kuliah, termasuk data penduduk yang menyatakan bahwa mahasiswa tersebut benar-benar asal dari Kabupaten Puncak.

Oleh sebab itu, Pemda Puncak dalam penyaluran beasiswa akan menggunakan aplikasi berbasis elektronik. Hal ini dilakukan untuk mengontrol mahasiswa, apakah benar dia kuliah, kapan selesai dan lain sebagainya.

“Kami akan transfer biaya kuliah langsung ke kampus. Sistem ini sementara sedang disosialisasikan juga,” jelasnya.

Terlebih, penyaluran dana otsus mulai 2022 akan ditransfer langsung ke pemerintah kabupaten dan kota. “Ini menjadi angin segar juga bagi mahasiswa sebab pemerintah akan menyalurkan beasiswa tepat waktu,” katanya.

Wandik menjelaskan beasiswa diberikan mahasiswa untuk meringankan biaya kuliah, sehingga harus dimanfaatkan dengan baik. “Kami akan bertanggung jawab kepada beasiswa mahasiswa dan mahasiswa juga harus bertanggung jawab soal data kepada kami, sebab ini uang negara,” tambahnya.

Nantinya, penyaluran dana mahasiswa akan bekerjasama dengan PT. Bank Papua yang akan berintegrasi dengan data mahasiswa di kampus tempat studi.

“Hal ini dilakukan untuk mencegah tumpang tindih data mahasiswa. Aplikasi ini secara gamblang akan mendata seluruh mahasiswa yang menjalani studi di seluruh Indonesia tanpa terkecuali. Aplikasi ini merupakan terobosan Pemda Puncak untuk menyelesaikan persoalan dalam penyaluran beasiswa bagi mahasiswa,” tambahnya.

Bupati yakin dengan aplikasi ini, maka secara otomatis data mahasiswa Puncak di seluruh Indonesia akan terdata. Aplikasi ini juga untuk mencegah permainan oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Selain itu, aplikasi akan bersinergi dengan beberapa kabupaten tetangga, seperti Puncak Jaya, Nduga, Mimika, Nabire guna mencegah dobel nama mahasiswa.

Untuk diketahui, sejak menjabat Bupati 2013 lalu, Willem Wandik terus berupaya menjadikan masyarakat Puncak lebih cerdas. Untuk mengejar target ini, pemda menggelontorkan dana beasiswa hingga Rp20 miliar dari APBD Puncak.