Bukan Cuma Pemandangan Indah, Papua Juga Punya Pinang Kapur Sirih

2
Bukan Cuma Pemandangan Indah, Papua Juga Punya Pinang Kapur Sirih

Bumi Cenderawasih di bagian Timur Indonesia memang punya data magnet tersendiri buat wisatawan. Padahal, bukan cuma kekayaan alamnya yang memesona, tapi juga kulinernya.

Salah besar kalau Anda menduga hanya ada papeda di sini. Berbagai makanan lain yang tak kalah unik dengan papeda dan juga tak kalah nikmat dengan makanan di daerah lain juga ada di sini.

Tak heran, di beberapa titik di jalanan sering ditemukan setitik noda merah bekas kunyahan pinang kapur siri.

 

Pinang bisa langsung dimakan atau dikupas untuk diambil bijinya. Setelah itu biji pinang dikunyah sambil menyiapkan sirih yang dicocol dengan kapur untuk dikunyah bersama dengan pinang.

 

“Buahnya boleh dimakan dengan kulitnya atau dikupas, lalu buang airnya ketika dikunyah agar tidak pahit,” kata Lulaeng, mace di Papua sambil mengunyah pinang.

Pinang ini punya tekstur yang kesat, rasanya agak pahit, dan sedikit pedas. Air kunyahan pinang sebaiknya dibuang tiga kali atau lebih hingga rasa pahitnya berkurang.

 

Pertama kali mengunyah pinang kapur sirih bisa jadi membuat Anda jadi sedikit pusing. Menurut mace hal itu wajar dan bisa diatasi dengan banyak minum air putih atau minuman manis.

 

Warga Papua bisa mengunyah sirih setiap hari setelah makan atau sebelum makan. Banyak warga percaya mengunyah sirih membantu gigi dan gusi lebih sehat dan kuat.

 

Kisaran harga pinang yang dijual biasanya Rp5 ribu-Rp10 ribu, bergantung dari banyaknya buah pinang. Penjual biasanya menyertakan juga sirih dan kapurnya lengkap dalam satu paket.