Budi Gunawan Ajak Pelajar di Semarang Ikut Vaksinasi COVID-19

2

PAPUADAILY –Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan mengajak para pelajar berusia 12-17 tahun di Semarang, Jawa Tengah, untuk mengikuti kegiatan vaksinasi COVID-19 demi menekan laju penularan virus.

“Hari ini, sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden (Joko Widodo), kami Badan Intelijen Negara melanjutkan program vaksinasi untuk anak-anak pelajar SMP yang khusus hari ini di Semarang, karena kasus COVID-19 pada anak-anak pelajar itu meningkat,” kata Budi Gunawan saat meninjau vaksinasi di SMPN 1 Semarang, Jawa Tengah, Rabu, sebagaimana dikutip dari pernyataan tertulis-nya.

Setidaknya, kelompok anak-anak menyumbang sembilan persen dari total tingkat pasien positif (positivity rate) di Indonesia, ujar Budi merujuk pada data otoritas terkait.

“Satu dari tujuh orang yang terkena COVID-19 di Indonesia adalah anak-anak,” ucap dia.

Oleh karena itu, Kepala BIN menegaskan vaksinasi untuk anak-anak usia 12-17 tahun penting jadi prioritas demi menekan angka penularan serta sebagai upaya mempercepat pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity).

Program vaksinasi yang digelar oleh BIN, TNI, Polri, dan lembaga lain merupakan bagian dari upaya mempercepat vaksinasi di Tanah Air sehingga target pemerintah menyuntikkan tiga juta dosis vaksin COVID-19 per hari dapat tercapai.

Jika itu terlaksana, pemerintah optimistis kekebalan kelompok kemungkinan tercapai pada akhir 2021.

Dalam kegiatan vaksinasi di SMPN 1 Semarang, pihak sekolah menyampaikan terima kasih atas bantuan BIN.

“Kami ucapkan terima kasih kepada BIN yang telah mengadakan kegiatan vaksinasi pelajar ini. Kami harap program ini dapat diikuti oleh semua pelajar di Semarang,” kata Kepala SMPN 1 Semarang Nining Sulistyaningsih.

BIN sejak minggu lalu meluncurkan vaksinasi langsung ke rumah-rumah warga di enam provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Timur, Riau, dan Sulawesi Selatan.

BIN menargetkan dapat menyalurkan 3.000 dosis vaksin COVID-19 dan paket sembako untuk 3.000 warga di Jawa Tengah.