BPJN Maluku Utara Diduga Cari Untung di Program Pemulihan Ekonomi

2

PAPUADAILY –Balai Pelaksanaan Jalan Nasional ( BPJN ) Maluku Utara diduga mencari keuntungan pada program Pemulihan EkonomiNasional (PEN) yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mengurangi dampak COVID-19 terhadap perekonomian. Dugaan itu pada pekerjaan yang ditenderkan

Dalam proyek tersebut terdapat sejumlah item pekerjaan masuk dalam program PEN non skil atau tidak ditenderkan seperti swakelola masyarakat atau pekerjaan padat karya. Namun item pekerjaan ini dikerjakan hanya sekolompok orang dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Malut. PPK selaku pelaksana pekerjaan di lapangan diduga mencari keuntungan dengan tidak melibatkan masyarakat setempat sesuai dengan surat ederan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR nomor: 8/SE/Db/2020.

Padahal PEN yang digagas Presiden Joko Widodo dan diteruskan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam Program Padat Karya Tunai (PKT) yang dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi atau non skil.

Program ini bertujuan untuk mendistribusikan dana hingga ke desa, menjaga daya beli masyarakat serta menyerap tenaga kerja. Terdapat 20 kegiatan yang diharapkan dapat membantu mempercepat program Pemulihan Ekonomi Nasional ditengah Pandemi COVID-19. Justru yang terjadi pada pekerjaan rahabilitasi dan pemeliharan rutin jalan dan jembatan keliling di Pulau Ternate di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, jauh dari semanagat presiden Jokowi.

Penelusuran MNC Media menemukan sejumlah fakta di lapangan seperti ditemukan item kegiatan revitalisasi saluran drainase padat karya (PEN) rehabilitas pembersihan saluran. Ruas jalan jambula sampai dufa-dufa. Tahun anggaran 2021. Pekerjaan ini dikerjakan sekolompok orang suruhan dari PPK BPJN Malut yang bukan warga setempat terutama di Kelurahan Rua.

“Informasi dari Kelurahan tidak ada sama sekali. Tidak tahu kalau ada program yang bisa membantu masyarakat kecil seperti kami. Yang setahu saya kalau program yang sementara dikerjakan itu dari PU, Tapi saya tidak tahu kalau pekerjaan ini bisa libatkan warga Rua sini,” kata Can Husen, warga Rua.

Adanya memperdayakan masyarakat sekitar lokasi pekerjaan untuk memperoleh pengasilan tambahan itu ternyata dikerjakan oleh warga dari kecamatan lain.

“Saya sering tanya juga ke mereka (pekerja), kalau butuh tenaga saya juga bisa, tapi mereka menjawab kami sudah pas. Jadi mau bilang kecewa ya kecewa, karena mereka sudah ambil orang lain,” sesal Can.