Berlangsung Khidmat, Yayasan Maga Edukasi Papua dan PLI Gelar Ibadah Perayaan Natal di Abepura

2

PAPUADAILY – Menyongsong Natal 25 Desember 2021, Yayasan Maga Edukasi Papua dan Papua Language Institute (PLI) menyelenggarakan ibadah perayaan Natal di Abepura. Ibadah perayaan Natal tersebut, berlangsung di Hotel Hom Premiere by Horizon Tanah Hitam Abepura, Minggu (19/12/2021).

Perayaan Natal bersama tersebut berlangsung penuh khidmat dan sukacita, yang dipimpin langsung oleh Pendeta Lipius Biniluk. Mengusung tema Cinta Kasih Kristus yang Mengerakan Persaudaraan, Pendeta Lipius Biniluk mengajak umat Tuhan di momen Natal, agar menerima Tuhan Yesus sebagai raja yang telah lahir bagi umat manusia.

“Di momen hari kelahiran Maria (ibu Yesus) juga menerima raja Maria dengan kaget dan takut, tapi malaikat datang mengatakan perintah raja, ini perintah raja, maria menerima firman dan jadilah kehendak Mu,” katanya.

Ia mengatakan banyak orang mengunakan pikiran dan pengertian manusia, sehingga aturan firman dilanggar, sementara Maria dia taat sehingga, dia menjadi orang yang luar biasa.

“Kita mau sukses, maka kita harus undang Yesus dalam hati, karena yang menyelamatkan kita adalah Yesus dan akan membawamu mengalami kesuksesan,” jelasnya.

Lipius menambahkan, terimalah Yesus menjadi Tuhan dan juru selamat, wadah ini (PLI) baru dibentuk dengan dasar takut akan Tuhan.

“Serta kita harapkan dapat menjadi lilin-lilin yang hebat dan kalian (Siswa/i PLI) menjadi teladan di luar negeri, bukan hanya untuk belajar, tetapi menjadi duta Allah ketika ada di luar negeri,” ujarnya.

Dikatakannya, jika siswa-siswi di PLI terimah Yesus, maka cinta kasih Kristus yang mendorong persahabatan dan kebersamaan akan menyertai para murid.

“Wanita wanita yang masih perawan jagalah keperawanan mu, jika kami menyerakan dirimu, kalian murahan jangan berjual dosa lagi, bagi laki-laki jadilah calon suami yang baik dengan menjaga integritas.

Disampaikannya, cinta dari Kristus mengerakan setiap orang untuk mencintai sesamanya dalam kasih Kristus, bukan menjadi orang yang biasanya memberikan kata-kata saja, tetapi bertindak.

“Dan jika kita memiliki kasih Kristus dan kita saling mencintai menghargai damai sudah ada bersama, karena kita ciptakan cinta kasih itu,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, ia berpesan siswa PLI harus dapat membangun persaudaraan, ketika ada di luar negeri menuntut ilmu saat kuliah dan saling tolong menolong.

“Ada yang tidak ada makan, baju dan uang jajan, harus saling bantu bangun persaudaraan, keluarga PLI harus datang kepada Tuhan maka anak anak yang ada di PLI bisa bersaing dengan dunia luar, serta menerima Yesus dan bangun kebersamaan,” katanya.