Beri Pelatihan dan Pendampingan Kewirausahaan Pemuda Papua, Ini Harapan Mensos Risma

4

PAPUADAILY – Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan motivasi kepada para pemuda asal Papua untuk tidak berhenti berusaha. Mensos berharap pelatihan kewirausahaan yang diberikan ini dapat menjadi bekal kemandirian ekonomi saat mereka kembali ke kampung halaman. Bu Risma, sapaan karib Tri Rismaharini memastikan akan melakukan pendampingan kepada peserta pelatihan.

“Saya tidak akan meninggalkan teman-teman. Kami akan sering-sering ke sana. Nanti kami akan memberikan pendampingan agar teman-teman bisa mandiri secara ekonomi,” kata Mensos saat membuka kegiatan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Bimbingan Vokasional dan Kewirausahaan Pengemasan Bahan Kulit di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) di Bandung (13/12).

Mensos menjelaskan pelatihan ini bermula dari permintaan seorang pemuda asal Kabupaten Mamberamo. Permintaan disampaikan saat Mensos berkunjung ke kampus Fakultas Teknik Universitas Cendrawasih (Uncen), Jayawijaya (12/11). “Pelatihan ini kan awalnya permintaan dari warga Mamberamo. Dia bilang, daerahnya banyak buaya. Selain dikonsumsi, kulitnya juga bisa diolah agar bernilai ekonomis,” kata Mensos.

Di sini di dalam pelatihan di Bandung ini, mereka dilatih mengolah produk dari kulit. Yakni membuat tas, ikat pinggang, dompet, dan sebagainya. Namun, Bu Risma menekankan, pelatihan ini merupakan tahap awal.

Ke depan, sedang dipersiapkan berbagai pelatihan seperti pelatihan penangkaran buaya, pengemasan, pemasaran, dan sebagainya. Pelatihan pengolahan kulit ini merupakan pelatihan Gelombang II, untuk pelatihan Gelombang I sudah berlangsung di Papua pada November 2021.

“Hari ini pelatihan dilakukan di sini. Karena di Bandung merupakan tempat mengembangkan aspek kreativitas dan mendekatkan dengan akses pasar,” kata Mensos.

Menurutnya, pengolahan produk kulit merupakan industri yang membutuhkan kreativitas.

“Harus bisa mengikuti tren. Sekarang tren ke sepatu sneakers. Apakah sepatu sneakers bisa dibuat dari kulit buaya? Harusnya bisa. Dan ini ahlinya ada di Bandung,” kata Mensos.

Sementara di Garut dikenal dengan pusat penyamakan kulit domba dan sapi. “Di Papua sebentar lagi akan saya bantu dengan pelatihan peternakan sapi dan domba,” katanya

Mensos memotivasi agar kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan diri.

“Tuhan Maha Adil tidak membeda-bedakan. Tinggal kita mau atau tidak untuk maju. Kalau hari ini, sama dengan hari kemarin sama saja, kita yang rugi,” kata Mensos.

Eks Wali Kota Surabaya itu optimistis bekal pelatihan mampu mengembangkan potensi alam yang sangat kaya di Papua. Pelatihan juga secara simultan dikembangkan di daerah-daerah lain. Di Batam, Kemensos menggelar pelatihan pengolahan garam oleh Suku Anak Laut, pengolahan bawang merah menjadi pasta, pengolahan sei sapi untuk korban banjir di NTT dan training untuk para penghuni rumah bedeng di Jakarta.

“Tujuannya agar masyarakat pra sejahtera meningkat kapasitas keuangannya sehingga mereka tidak hanya berhantung pada bansos,” katanya.