Benteng yang Halangi Akses Masuk SD di Tasik Akhirnya Dibongkar

0

PAPUADAILY –Polemik akses jalan masuk SDN 2 Tugu, Tugujaya, Cihideng, Kota Tasikmalaya yang dibenteng pemilik lahan akhirnya selesai. Pemilik lahan mengizinkan akses jalan masuk dari depan sekolah kembali dibuka dengan catatan pinjam pakai.

Selain pihak sekolah dipinjamkan kunci gerbang, benteng yang menutupi jalan masuk juga dirobohkan. Diperkirakan benteng yang dirobohkan lebar dua meter atau dibekas jalan masuk sekolah. Sejumlah warga menghancurkan beton yang menutup jalan gunakan martil besi.

Beberapa orang warga membersihkan jalan yang sudah ditumbuhi rumput dan ilalang. Pihak sekolah dan pemerintah kota Tasikmalaya menyambut baik pembukaan akses masuk sekolah dari jalur utama jalan sl tobing.

“Alhamdulillah pak saya haturkan terimakasih pada semua pihak pemerintah Kota dan utamanya pemilik lahan pak. Yang sudah ijinkan kami lalui lagi jalan dari depan.”Kata Sri Mulyani, Kepala Sekolah SDN 2 Tugu di kantornya.

Jalan akan digunakan untuk aktifitas keluar masuk pelajar dan guru selama jalan permanen belum dibangun. Pemilik meminjamkan sampai jalan baru tersedia.

“Ini pemilik lahan pinjamkan lahan ke sekolah untuk dipakai sampai jalan permanen ada. Pemilik lahan juga berikan hibah setengah meter untuk lahan. Alhamdulillah demi kenyamanan di Kota Tasikmalaya ini semua.”Kata Ustad Maman, Fasilitator pemilik lahan dan pemkot Tasikmalaya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya berencana membeli lahan untuk akses masuk sekolah dari depan. Sementara waktu sekolah gunakan jalan yang sudah ada untuk keluar masuk.

“Jadi hari ini serahkan kunci gerbang ke Sekolah untuk dipakai lagi jalaj sampai jalan permanen ada. Saya yakin anggarannya ada di Pemkot untuk beli lahan baru untuk jalan baru.”Kata Soni, Camat Cihideng.

Kasus penutupan jalan masuk sekolah terungkap di awal pembelajaran tatap muka. Siswa harus melintasi jalur alternatif dengan memutar ke belakang sekolah yang jauh.