Belum Divaksin, Guru Dilarang Masuk Kelas

3

PAPUADAILY –Pemerintah Provinsi Papua melarang guru di 29 kabupaten mengajar di ruang kelas jika belum divaksin.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPA) Provinsi Papua Christian Sohilait mengatakan, tindakan tegas akan diberikan kepada guru yang melanggar kebijakan tersebut.

“Saya sudah sampaikan kepada semua kepala dinas dan kepala sekolah, jangan berikan ruang kepada guru-guru yang tidak vaksin tetapi mau masuk sekolah. Itu kan membahayakan orang lain, tidak boleh,” kata Christian di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, seperti dikutip dari Antara,  Kamis (1/7/2021).

Christian menjelaskan, sebelum aktivitas sekolah tatap muka, persentase guru yang menerima vaksin terus bertambah.

“Saya hanya imbau mari kita ambil bagian untuk vaksin. Vaksin itu penting, kurangi kita untuk mati,” katanya.

Christian menilai, beredarnya informasi bohong tentang vaksin membuat para guru yang telanjur mengonsumsi informasi itu  takut untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

“Sebagai kepala dinas, saya ingin menyampaikan bahwa vaksin mematikan itu tidak benar. Saya orang pertama yang vaksin di Papua, mewakili Gubernur Papua, saya orang pertama dan hari ini saya masih sehat. Karena itu jangan percaya hoaks,” katanya.

Christian juga mengimbau kepada guru yang belum bisa menerima vaksin karena faktor kesehatan menjaga kebugaran.  Sehingga, mereka bisa mendapatkan vaksin dalam waktu dekat. “Kalau tubuh tidak siap untuk vaksin, mari belajar untuk jaga kesehatan sehingga dia siap, misalnya tensi tidak boleh tinggi,” katanya.

Ia juga menambahkan,  pandemi Covid-19 bisa diakhiri jika semua bersatu melawannya.  Karena sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.*