Beban Panitia Terlalu Berat, Kirab Api PON Papua Diserahkan ke TNI

118022

PAPUADAILY – Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua menyerahkan proses Kirab Api PON pada Tentara Nasional Indonesia (TNI). Api kirab ini akan melewati kabupaten/kota lima wilayah adat di Bumi Cenderawasih.

Ketua I Bidang Pertandingan, Arena, Peralatan, dan Upacara, Yusuf Yambe Yabdi mengatakan, penyerahan Kirab tersebut dilakukan karena beban panitia terlalu berat.

“Beban PB PON terlalu berat, sehingga kita tidak bisa mengurusi semuanya dan PON ini adalah event nasional yang tempatnya hanya digear di Papua,” katanya.

Dengan demikian, sinergitas antara seluruh komponen yang ada di negara ini harus dioptimalkan untuk mensukseskan PON.

“Nah, disitu nanti Pangdam XVII/Cemderawasih akan menunjuk penanggung jawab swakelola dan akan berkomunikasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk menyusun langkah teknis sebagaimana yang diatur dalam proses pengambilan api PON seperti PON-PON sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu untuk jenis-jenis upacara yang lain seperti penyambutan kontingen dan penghormatan kontingen, penghormatan pemenang, gala dinner dan lainnya itu semua diproses PB PON.

“Jadi, yang tantangannya berat yah itu kirab dan pengambilan api PON karena pengambilan itu di Bintuni dan harus melewati 5 wilayah adat. Itu yang agak susah, oleh sebab itu kami menilai TNI memiliki organisasi yang sangat solid sampai ke seluruh kabupaten/kota bahkan lintas provinsi jadi itu yang kita maping di bidang I. Dan itu sudah disetujui oleh ketua harian,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda menyebut kirab api PON melewati perwakilan kabupaten dari lima wilayah adat sebelum finis di Stadion Papua Bangkit 2 Oktober 2021.

Kelima wilayah adat itu meliputi Kabupaten Biak (Saereri), Wamena (La Pago), Mimika (Mee Pago), Merauke (Anim Ha), Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura (Mamta).

Yunus Wonda mengatakan, prosesi pengambilan api PON, dari start hingga finis akan ditangani langsung TNI karena mereka di bawah bidang upacara.(*)