Batik Papua, Menonjolkan Kekayaan Alam dan Beragam Budaya

3

PAPUADAILY –Siapa bilang batik hanya ada di Pulau Jawa? Papua tak hanya dikenal dengan koteka dan noken yang merupakan tas tradisional dari bahan kulit kayu atau anggrek, hingga kerajinan patung kayu. Ternyata Papua dan Papua Barat jugai mempunyai kain batik, yang biasa disebut Batik Papua.

Batik Papua memang belum sepopuler batik Jawa. Namun motif batik Papua lebih eksotis dan menonjolkan nuansa alam.

Batik Papua bermula saat Pemerintah Indonesia mendapatkan bantuan dari The United Nations  Development Programme (UNDP), untuk pemberdayaan kebudayaan di daerah Indonesia bagian Timur pada tahun 1985. Demikian menurut akurat.co.

Untuk melatih masyarakat Papua, pemerintah setempat mendatangkan langsung pelatih batik dari Jawa, khususnya Yogyakarta. Oleh karena itu, batik Papua hampir sama dengan berbagai jenis batik lainnya di Indonesia.

Jika motif batik Solo dan Yogyakarta dibuat simetris, di Papua malah kebalikannya. Kombinasi warna cerah dipadu dengan motif etnik Papua yang kerap asimetris membuat batik Papua terlihat eksotis.

Sebagian besar motif batik Papua menampilkan unsur alam dan budaya daerah Papua, seperti burung cenderawasih dan alat musik khas Papua yakni tifa.

Untuk lebih mengenal batik khas dari Papua Barat dan Papua, berikut rangkum motif-motif batik Papua dari kanal Youtube BE Batik.

Motif Cendrawasih

Motif batik ini menonjolkan kecantikan burung cendrawasih dan alat musik tifa. Warna-warna batiknya didominasi hijau, merah, dan kuning keemasan. Batik bermotif burung cendrawasih yang gagah memberikan kesan tegas pada penampilan pemakainya.

Motif Asmat

Motif batik ini umumnya didominasi corak ukiran khas suku Asmat, seperti patung-patung duduk kayu. Warna batiknya pun memiliki ciri khas tersendiri, lebih cokelat dengan campuran warna tanah dan terakota (merah kecokelat-cokelatan).

Motif Prada

Motif Prada terkenal dengan sentuhan garis-garis emas. Biasanya, ini dikombinasi warna hitam dan merah. Model yang berkelas menjadikan Batik Prada paling mahal dan indah dari Papua. Produksi batik ini menggunakan kualitas benang terbaik yang berbahan sutra. Kadang mengandalkan bahan kain santung yang sangat mirip dengan sutra dan katun.

Motif Tifa Honai

Batik Tifa Honai memiliki filosofi yang cukup kuat. Sesuai namanya, Honai sebagai rumah adat Papua melambangkan keluarga, sedangkan alat musik tifa menonjolkan kebahagiaan. Keduanya bermakna kebersamaan keluarga yang bahagia.

Motif ini terdapat gambar kekayaan alam di Pulau Emas, seperti sumber mata air dan pemandangan yang indah.

Motif Sentani

Motif sentani terkenal dengan kesederhanaannya. Motifnya menampilkan alur batang kayu yang melingkar dengan sentuhan garis-garis emas. Batik ini memiliki filosofi yang unik, menggambarkan tanah Papua yang sangat subur dan kaya akan hasil bumi.

Motif Kamoro

Motif ini juga terkenal dengan nama Batik Papua Timika. Batik Kamoro terinspirasi dari suku asli Papua dengan keindahan alam dan keunikan seni ukirnya.

Motifnya melambangkan simbol Patung Berdiri membawa tombak. Penggunaan warnanya cenderung lebih berani, seperti kombinasi biru dan hijau, hitam dan kuning, merah dan merah muda.

Motif Asimetris

Motif asimetris ini memiliki corak yang berbeda kanan dan kiri, walaupun terlihat sama. Umumnya, batik ini perpaduan antara motif etnik khas Papua yang asimetris dan warna-warna cerah.***