Bank Papua Bantu Pelaku UMK Binaan untuk Naik Kelas

16

PAPUADAILY –Bank Papua kerahkan bantuan analis untuk para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan Bank Papua agar naik kelas menjadi pengusaha menengah.

Kepala Divisi Bisnis UMK dan Konsumer Bank Papua, Abraham Krey, mengatakan
melalui Program Percepatan Akses Keuangan Daerah (Papeda) dari Pemerintah Provinsi Papua, pihaknya
memberikan pembinaan dan motivasi menggerakkan bisnis para pelaku UMK yang belum tersentuh perbankan.

“Jadi kami akan fokus naik kelas. Kalau selama ini kami biarkan mereka datang ke bank, kali ini agak berbeda, jadi 15 analis akan didatangkan untuk mengawal perkembangan 100 UMK di seluruh cabang Bank Papua,” ujar Kepala Divisi Bisnis dan UMK Bank Papua dalam Konferensi Pers di Media Center Kominfo Peparnas Papua pada Kamis (11/11/2021). Dikutip Infopublik.id

Menurutnya, program Papeda dengan alokasi dana Rp5 miliar pada tahun 2021 ini akan segera direalisasikan jika sudah ada 100 UMK yang lolos seleksi Bank Papua.

Saat ini, kata dia, pihaknya sudah menjaring 76 UMK yang lolos persyaratan mendapat bantuan kredit dan pembinaan Bank Papua tersebut.

“Untuk program ini, plafon kredit maksimal Rp10 juta dengan masa tenor maksimal dua tahun,” imbuh dia.

Selain itu, kata dia, Bank Papua juga mendapat alokasi dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari pemerintah pusat sebesar Rp110 miliar yang ditujukan untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Dengan adanya sokongan dana tersebut, Bank Papua dipastikan tidak membatasi dana kredit untuk UMKM selama memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

“Di mana mereka butuh support dana, akan diberikan pinjaman, dengan mematuhi ketentuan yang ada,” tutur Abraham.

Kepala Divisi Bisnis UMK dan Konsumer Bank Papua itu menambahkan, pihaknya juga memberi bantuan fisik untuk meningkatkan kinerja UMKM di berbagai lokasi di Papua.

Misalnya membangun pondok di Bukit Jokowi, Jayapura untuk membantu para pelaku usaha kuliner di kawasan tersebut.

“Awalnya orang tidak tahu apa-apa, tapi setelah kita bantu bangun pondok di Bukit Jokowi bisa membantu pelaku usaha di situ. Lalu di Kafe Payung Angkasa dan daerah lain,” tukasnya.

Upaya membantu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga dilakukan dengan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan lain, seperti Bank Indonesia dalam pameran UMKM di Kota Jayapura terkait acara Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua 2021.

“Kami diberikan empat stand untuk Bank Papua, diisi UMKM berbagai produk yang kami bina, yaitu produk olahan sagu, dua stand Kopi dari Latimente dan Mote, dan VCO (minyak kelapa), Jahe, serta abon ikan dari Muara Tami,” tutup Abraham.

Kolaborasi tersebut juga dilakukan Bank Papua untuk memberikan dukungan kepada sektor UMKM lokal saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang lalu.***