Bagikan Bansos, TNI-Polri di Garut Beri Layanan Cukur Gratis

4

PAPUADAILY –Bantuan sosial (bansos) terus digulirkan untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Di Garut, para penerima bansos diberikan layanan cukur gratis dari tukang cukur yang selama PPKM tidak bisa membuka usahanya.

Layanan bercukur sambil berbagi bansos itu, digagas oleh Kepolisian Resor Garut dan Kodim 0611 Garut. Tempat yang digunakan adalah sarana olahraga (SOR) Ciateul, di Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan bahwa layanan bercukur gratis dan berbagi bansos itu dilakukan pihaknya sampai PPKM di Kabupaten Garut berakhir. Kegiatan itu dilakukan setiap malam setelah pihaknya melaksanakan patroli skala besar gabungan.

“Jadi metode kami adalah setelah melakukan patrol kami mengimbau masyarakat untuk supaya menutup kegiatannya dan menghentikan karena sudah melewati jam operasional sesuai dengan Inmendagri nomor 22, kami mengajak masyarakat untuk bercukur gratis. Setelahnya kami berikan bansos,” kata Kapolres, Sabtu (24/7/2021).

Kegiatan cukur gratis itu, dijelaskan Kapolres, sengaja dilakukan karena Garut sebagai penghasil tukang ukur terbaik terdampak tidak bisa berusaha maksimal karena masuk ke sektor nonesensial. Oleh karena itu, pihaknya melakukan pemberdayaan agar mencukur warga yang menerima bantuan sosial.

Walau kegiatan cukur tersebut gratis untuk yang dicukur, para tukang cukur itu tetap menerima bayaran dengan hitungan per kepala penerima bansos. “Setiap malam ada 100 paket bansos yang dibagikan, jadi setiap malam juga ada 100 orang yang dicukur gratis,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja memberdayakan para tukang cukur agar bisa sedikit banyaknya membantu mereka. Apalagi, berdasarkan pengakuan para tukang cukur, mereka ada yang tidak membuka usahanya atau kehilangan omset hingga 90 persen karena PPKM.

“Tukang cukur tetap dibayar sesuai dengan harganya per kepala. Ada 10 orang tukang cukur yang terlibat setiap malam. Yang dicukur kita beri bansos yang berasal dari pa Kapolri dan Panglima TNI,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang tukang cukur, Ari Ahmad Riadi mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan yang digagas oleh Kapolres dan Dandim 0611 Garut. Menurutnya, mencukur bukan hanya soal penghasilan saja, namun juga skill yang harus tetap dijaga bahkan ditingkatkan.

“Selama PPKM darurat, saya membuka layanan cukur panggilan, tapi tentu tidak banyak. Dengan adanya kegiatan ini, saya tetap bisa mencukur, setiap kepala dibayar Rp20 ribu oleh penyelenggara. Selain dapat penghasilan, skill mencukur juga bisa terjaga karena ada kegiatan mencukur ini,” katanya. [bal]