Aturan Opname Pasien Covid-19, Saturasi Oksigen di Bawah 95 Persen

1

PAPUADAILY –Kementerian Kesehatan menetapkan kebijakan baru, hanya pasien Covid-19 dengan saturasi di bawah 95 persen yang bisa diterima dirawat di rumah sakit atau opname. Jika kadar oksigen dalam darahnya masih di atas 95 persen, rumah sakit diminta memotivasi pasien untuk jalani isolasi, terpusat ataupun mandiri.

“Ini biar orang tidak berlomba-lomba mencari rumah sakit hanya setelah mengetahui hasil PCR dari laboratorium positif Covid-19, padahal banyak yang sebenarnya tidak butuh (dirawat di rumah sakit),” kata Direktur Jenderal Layanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Abdul Kadir, dalam diskusi daring yang digelar daring oleh Vox Point Indonesia pada Jumat malam, 16 Juli 2021.

Menurut Abdul Kadir, penuhnya rumah sakit seperti yang sekarang terjadi membuat petugas medis kelelahan dan bisa berdampak kepada penurunan standar pelayanan. Jika itu terjadi, Abdul Kadir menambahkan, menyumbang kepada banyak korban meninggal, baik pasien maupun petugas kesehatan.

Per Jumat malam itu, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak tujuh provinsi memiliki bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Covid-19 yang berada di zona merah. Mereka adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Lampung. Zona merah ditetapkan untuk BOR lebih dari 80 persen.

Kondisi itu harus diperhitungkan meski secara nasional, Abdul Kadir menyebut, masih tersedia ruang 19 ribu tempat tidur untuk pasien Covid-19. Jumlah itu dihitung berdasarkan total 3.081 rumah sakit di Indonesia yang kini seluruhnya dipersilakan melayani kasus Covid-19–dari sebelumnya sebanyak 990 rumah sakit rujukan.