Astaga! Kepala Distrik di Kabupaten Yahukimo Terlibat KKB, Ini Kronologi Penangkapannya

0

PAPUADAILY –Seorang kepala distrik di Kabupaten Yahukimo, Papua berinisial EB ditangkap bersama tiga orang lainnya karena terlibat Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Ternyata kepala distrik berinisial EB itu merupakan otak dan penyandang dana KKB.

Penangkapan berawal dari informasi warga tentang keberadaan mobil yang ditumpangi tersangka EH. Mobil itu terlihat mencurigakan dan mondar-mandir di jembatan Kali Brazza.

“Jadi ada satu mobil berwarna hitam yang suka mondar-mandir dari Dekai ke lokasi kejadian (jembatan Kali Brazza), ketika dilacak kendaraan tersebut justru melintas di depan Mapolres (Yahukimo) dan langsung digiring masuk ke dalam,” ujar Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum (Gakum) Nemangkawi Kombes Faisal Ramadhani di Jayapura, Senin (30/8/2021). Dikutip Kompas.com.

Sopir mobil, EH, kemudian diperiksa oleh penyidik Polres Yahukimo.

Dari pengembangan hasil pemeriksaan, ternyata ada belasan orang yang terkait dengan KKB tengah berada di rumah Kepala Distrik EB di Dekai.

Faisal pun memerintahkan tim gabungan melakukan penangkapan pada Jumat (27/8/2021). Namun, sekitar lima orang melarikan diri.

“Jadi ada dua bangunan di kediaman EB, rumah di bagian depan dan di belakang honai. Delapan orang yang berada di rumah berhasil kita amankan semua, lima orang yang di honai kabur,” kata dia.

Dalam penangkapan tersebut, empat orang ditahan, termasuk sang Kepala Distrik, EB. Polisi kemudian menetapkan EB, EH, Y, dan YH sebagai tersangka dan menahan mereka.

Penahanan ini adalah tindak lanjut terbunuhnya seorang pekerja PT Indo Papua pada 22 Agustus 2021.

Adapun peran masing-masing, EB merupakan penyandang dana dan mengotaki aksi. Sementara EH adalah sopir yang kerap mengantar keperluan KKB.

Sedangkan Y merupakan keponakan EB berperan untuk menyiapkan keperluan logistik KKB.

Kemudian, YH adalah anggota KKB yang kerap ikut langsung dalam berbagai aksi, termasuk pembunuhan empat pekerja bangunan di Kampung Bingky, Distrik Seradala, pada 29 Juni 2021 dan pembunuhan dua pekerja PT Indo Papua di Jembatan Kali Brazza pada 23 Agustus 2021.

Kombes Faisal Ramadhani menjelaskan, awalnya sangat sulit mencari petunjuk mengenai keberadaan KKB tersebut.

Meski para tokohnya sudah dikenali, yaitu Tenius Gwijangge, Senat Soll, dan Temianus Magayang, tetapi aparat kesulitan melacak keberadaan KKB.

Beruntung, pihaknya mendapat informasi tentang mobil yang mencurigakan tersebut. Akhirnya mereka berhasil menangkap empat orang tersangka tersebut.

Sementara lima orang yang melarikan diri kini dalam pengejaran polisi.***