Antisipasi Nataru, PLN Siapkan Genset hingga Gardu Bergerak di Papua

4

PAPUADAILY – Untuk mengantisipasi tinggiya penggunaan listrik pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 mendatang, PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menyiagakan 1.381 personel untuk mengamankan pasokan listrik saat momen tersebut. Personel terdiri dari 758 pegawai PLN dengan rincian 623 petugas pelayanan teknik beserta 2 grup pasukan PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) di wilayah Papua dan Papua Barat.

Sebanyak 32 posko yang tersebar di seluruh unit pelaksana juga disiapkan pada masa siaga mulai 18 Desember 2021 hingga 10 Januari 2022.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan agar suplai listrik terus andal dan petugas di lapangan dapat cepat merespon apabila terjadi gangguan,” kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Abdul Farid, Kamis (23/12).

Pengamanan pasokan listrik fokus pada sejumlah tempat ibadat. PLN merinci terdapat 141 titik prioritas dalam pengamanan pasokan listrik di Papua dan Papua Barat.

Sebelumnya, PLN telah melakukan berbagai persiapan dalam menjaga keandalan listrik. Apel gelar pasukan dan peralatan di setiap Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), inspeksi penyulang dan gardu serta penyisiran jaringan dan pemangkasan dahan-dahan yang medekati jaringan listrik telah dilaksanakan.

“Kondisi cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini, membuat kami perlu bertindak lebih preventif dan mempersiapkan semuanya,” kata Farid.

PLN berharap seluruh masyarakat dapat merelakan pohon-pohonnya untuk ditebang, apabila sudah terlalu dekat dengan jaringan listrik dan berpotensi mengganggu pasokan daya ke pelanggan.

Selain itu, sebagai langkah antisipasi untuk menjamin keandalan pasokan listrik, PLN juga telah mempersiapkan sejumlah peralatan penunjang.

Sebanyak 45 Uninterruptible Power Supply (UPS), 67 Unit Gardu Bergerak (UGB), dan 172 mobile genset dipersiapkan di titik-titik lokasi yang telah ditentukan agar kelistrikan tetap aman.

“Untuk daya kesuluruhan di Papua dan Papua Barat cukup. Namun, kami juga menyiapkan peralatan pendukung yang disiapkan di sejumlah lokasi strategis, seperti gereja dan tempat keramaian lain agar suplai listrik tetap aman dan masyarakat dapat mengikuti serangkaian ibadah secara khidmat dan lancar,” kata Farid.

Sementara itu, beban puncak kelistrikan di Papua dan Papua Barat saat ini mencapai 327 MW dengan daya mampu pembangkit sebesar 457 MW. Kondisi tersebut memberikan cadangan daya  sekitar 129 MW yang cukup untuk memenuhi kebutuhan daya saat natal dan tahun baru.