Annisa Pohan Ajak Pemerintah Lihat Model Vaksinasi Covid-19 di AS

5

PAPUADAILY –Pohan istri Ketua umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) termasuk salah satu figur yang menolak adanya vaksin berbayar. Meski sempat ramai dan menuai pro dan kontra di sosial media, namun pada akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan ada komersialisasi vaksin.

Annisa sebelumnya menilai, wacana vaksinasi berbayar ini sempat membuat gelisah para ibu rumah tangga. Sebab, harga yang dipatok terbilang tidak murah. Dalam sebuah sesi tanya jawab di live Instagram-nya @annisayudhoyono, ia pun menyebut vaksin seharusnya gratis.

“Kalau alasannya untuk herd immunity, silakan menggunakan Kimia Farma atau apotek lain, tapi gratis untuk rakyat,” ujar Annisa, Jakarta, (17/7/2021).

Ia pun sempat mempertanyakan mengapa vaksin harus berbayar. Kenapa tidak digratiskan sampai vaksin merata kepada masyarakat di Indonesia. Kemudian, Annisa juga menyebutkan Kimia Farma juga seharusnya dapat memiliki sumbangsih kepada negara dengan membantu mendistribusikan vaksin bukan justru menjual vaksin.

“Semacam di negara Amerika, program vaksinasinya sangat mudah, kita tinggal datang ke apotek manapun bahkan milik swasta cukup bawa ID (KTP) gratis, mudah, cepat dan di mana saja ada, jadi enggak perlu ribet,” kata dia.

Menurutnya, Indonesia bisa mencontoh Amerika Serikat (AS) untuk program vaksinasi gratis yang menurutnya mudah dilakukan. Sebagaimana diketahui, Pemerintah sendiri sebelumnya mempertimbangkan dan menampung aspirasi hingga akhirnya membatalkan vaksin berbayar.

Lantas, pada Jumat 16 Juli 2021, Pernyataan Presiden Jokowi mengenai pembatalan wacana tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Negara, Jakarta.

“Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut,” tegas Pramono dalam keterangannya.

“Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut,” tegas Pramono dalam keterangannya.

Karena itu, kata Pramono, seluruh vaksinasi akan tetap menggunakan mekanisme seperti yang telah berjalan saat ini yakni gratis bagi seluruh masyarakat. “Semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden sebelumnya,” imbuhnya.