Anies Baswedan Pastikan Jakarta Siap Lakukan PPKM Darurat

5

PAPUADAILY –Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan Jakarta siap melaksanakan PPKM darurat. Anies mengatakan telah berkoordinasi secara intens dengan pemerintah pusat.

“Kami di DKI siap untuk melaksanakan. Kita sudah berkoordinasi terus secara intensif dalam beberapa hari terakhir ini,” ucap Anies saat meninjau pelaksanaan vaksinasi terhadap anak berusia 12-17 tahun, Kamis (1/7/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menyampaikan koordinasi dengan Forkopimda terus menerus dilakukan sebelum hingga saat pelaksanaan PPKM darurat. “Seluruh jajaran Pemprov Kodam Jaya Polda Metro Jaya, semua kita sudah berkoordinasi. Begitu di umumkan nanti kami akan laksanakan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat harus dilakukan. Wacana tersebut sebagai upaya untuk menahan laju penularan Covid-19 yang saat ini melonjak.

“Kebijakan PPKM darurat ini mau tidak mau harus dilakukan karena kondisi-kondisi yang tadi saya sampaikan,” katanya saat memberikan arahan dalam pembukaan Munas VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6).

Dia mengatakan kunci dari urusan ekonomi yang dihadapi saat ini adalah bagaimana Covid-19 ini ditekan agar hilang dari Indonesia.

Jokowi merinci angka purchasing managers Index (PMI) untuk manufaktur saat ini berada pada posisi 55,3 persen atau lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. “Sekarang pada posisi 55, 3, di bulan Mei kemarin. tinggi sekali artinya ada optimisme di situ,” ungkapnya.

Di sisi supply dan produksi terlihat mulai menggeliat. Ekspor tumbuh 58%, impor bahan baku tumbuh 79%. “Tinggi sekali, impor barang modal tumbuh 35%. Ini angka-angka seperti ini yang tiap hari, tiap pagi pasti masuk ke saya. Saya enggak pernah sarapan tapi sarapannya angka-angka,” bebernya.

Sementara konsumsi listrik untuk industri juga tumbuh 28%. Oleh sebab itu, dia tetap optimis terkait hal tersebut. “Tetapi problemnya ada di Covid-19 yang belum bisa kita tekan, kita kurangi dan kita selesaikan. Sisi demand juga sama, sisi permintaan juga sama, konsumsi terus menguat. Indeks kepercayaan konsumen yang dulu di Februari 85 sekarang sudah 104,4, mobilitas bulanan, mobility indeks juga sama. Yang dulu Februari masih minus 2 sekarang sudah 5,2,” ungkapnya.