Akibat Pandemi, Perajin Anyaman di Desa Wisata Arborek Kehilangan Pembeli

8

PAPUADAILY –Desa Wisata Arborek di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, menawarkan beragam suvenir kerajinan anyaman yang dibuat oleh para mama Papua. Sayangnya akibat pandemi Covid-19, produk kerajinan tangan itu tak ada yang membeli.

Para pengrajin itu membuat beragam suvenir mulai dari topi warna-warni berbentuk ikan pari manta, tas jinjing untuk belanja, noken – tas anyaman khas Papua – untuk membawa botol minum dan ponsel, serta vas bunga dengan berbagai bentuk.

Seorang mama Papua menceritakan, sehari-hari para mama di Arborek akan menganyam kerajinan kapowen (tas yang terbuat dari pandan laut) dan kayafyof (topi anyaman).

“Selama ini kami di Arborek sebagai mama-mama akan menganyam topi dan tas. Jadi selama melakukan anyaman, saat ada kunjungan tamu,” ungkapnya, di┬áDesa Wisata Arborek, Raja Ampat, Rabu (27/10/2021). Dikutip Kompas.com.

Kendati demikian, lanjutnya, pandemi Covid-19 menghantam pariwisata Indonesia, sehingga kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) pun terhenti.

Dia mengatakan, pandemi Covid-19 membuat seluruh anyaman yang dibuat para mama di Arborek tidak ada yang membeli satu pun.

Ia pun meminta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang melakukan kunjungan ke Desa Wisata Arborek mempromosikan desa mereka sehingga banyak turis datang yang membeli kerajinan tangan mereka.

“Jadi, saya harap pak Sandiaga membuka Arborek supaya kami mama-mama akan menjual belikan hasil kerajinan kami,” kata dia.

Menanggapi keluh kesah para mama perajin anyaman di Arborek, Sandiaga mengungkapkan, pihaknya akan memborong seluruh kerajinan tersebut.

“Kerajinannya bagus, dan saya perlu banyak suvenir. Maka, semua produksinya mama-mama Papua, saya borong hari ini,” ujarnya.***