11 Cenderawasih dan 15 Kasturi Kembali ke Habitat Aslinya di Hutan Papua

13

PAPUADAILY –Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat melepas liar sejumlah burung cenderawasih di Taman Wisata Alam Kota Sorong di Provinsi Papua Barat, Senin 8 November 2021. Sebelumnya, sebanyak 15 ekor burung kasturi kepala hitam (Lorius lory) juga dilepas.

Ada empat jenis burung cenderawasih yang dilepas di TWA Kota Sorong. Mereka meliputi lima cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor), dua cenderawasih raja (Cicinnurus regius), tiga cenderawasih toowa cemerlang (Ptiloris magnificus), dan satu cenderawasih mati kawat (Seleucidis melanoleucus).

Selain burung cenderawasih, ada tiga burung kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea) dan satu burung nuri kepala hitam (Lorius lory) yang juga dilepas liar bersamaan. Satwa-satwa tersebut telah menjalani rehabilitasi sebelumnya. 

Kepala BBKSDA Papua Barat, Budi Mulyanto mengatakan, burung-burung yang dilepas di TWA Kota Sorong sebagian kiriman dari BBKSDA Jawa Timur. “Sebagian lagi merupakan hasil operasi BBKSDA di wilayah Sorong dan sekitarnya,” kata dia. Dikutip Tempo.co

Budi menyampaikan terima kasih kepada PT Kilang Pertamina Internasional Unit Kasim yang disebutnya  telah membantu pelepasliaran satwa liar endemik Papua Barat tersebut.

Apresiasi dijawab Dodi Yapsenang, Manajer Unit Komunikasi, Relasi, dan CSR PT Kilang Pertamina Internasional Unit Kasim yang mengatakanperusahaannya mendukung pelaksanaan program BBKSDA di Taman Wisata Alam Sorong.

“Seperti pelepasliaran satwa, (pelayanan) klinik satwa, dan penyediaan kandang untuk rehabilitasi satwa yang dalam proses,” katanya.

Pada Sabtu sebelumnya, sebanyak 15 ekor burung kasturi kepala hitam (Lorius lory) juga bisa menikmati habitat aslinya di hutan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua.

Burung-burung ini juga termasuk satwa dilindungi di Indonesia dan berasal dari sitaan, juga penyerahan sukarela kepada petugas Polisi Hutan SKW II Timika.

Kepala Bidang KSDA Wilayah 1 Merauke, Irwan Effendi, menerangkan kalau saat satwa disisita atau diterima, beberapa mengalami cacat pada bagian tubuhnya.

“Setelah dilakukan perawatan di area MP 21 kondisi satwa semakin baik dan sudah dapat terbang sehingga bisa dikembalikan ke habitatnya,” kata Irwan pada Sabtu itu.

Irwan merujuk kepada area Mile 21 PT Freeport Indonesia. BBKSDA Papua mengucapkan terima kasih kepada Departemen Environmental PT Freeport yang dinilai telah bersinergi menjaga keanekaragaman hayati. “Khususnya seksi konservasi wilayah 2 Timika,” kata Bambang H. Lakuy, Kepala SKW II Timika. 

General Superintendent Reclamations, Biodiversity & Education PTFI, Robert Sarwom, juga menegaskan komitmen perusahaan itu mendukung pelestarian satwa. Termasuk dengan melepas liar burung kasturi ke habitat aslinya yang juga berada di areal Kuala Kencana. “Agar anak cucu kita masih bisa menikmat indahnya satwa-satwa dilindungi,” katanya. 

Pelepasliaran atau pengembalian 15 ekor burung kasturi ke habitat alaminya itu juga merayakan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional yang jatuh setiap 5 November. 

Program Peringatan Hari Cinta Puspa Satwa Nasional 2021 di wilayah PTFI diperingati juga dengan menggelar lomba membuat video bagi anak sekolah. Video mengambil tema perlindungan flora dan fauna di Papua. ***